Pasca Integrasi, Pelindo Jadi Operator Terminal Terbesar No. 8 di Dunia

  • Bagikan
Aktivitas salah satu pelabuhan milik Pelindo

Regional.co.id, JAKARTA : Rencana integrasi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV semakin mendekati kenyataan. Penggabungan keempat Pelindo itu diyakini akan semakin memperkokoh bisnis pengelolaan pelabuhan di Indonesia pada masa datang.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menegaskan penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industry kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, efisien, dan meningkatkan konektivitas maritime di seluruh Indonesia.

“Diperkirakan total asset yang digabung di bawah satu Pelindo ini mencapai Rp112 triliun. Pelindo II akan menjadi leading sector, sementara Pelindo I, III, dan IV akan dibubarkan tanpa proses likuidasi,” paparnya dalam keterangan pers Rancangan Penggabungan PT Pelindo I, II, III, dan IV di Jakarta kemarin.

BACA JUGA:   Ekonomi Malaysia 2022 Diprediksi Makin Kuat pada Level 6%

Menurut Kartika, proses integrasi ini akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan maupun bagi ekonomi nasional. Salah satunya adalah dengan membuka kesempatan perusahaan untuk go-global dan menjadikan Pelindo sebagai salah satu operator terminal terbesar ke-8 di dunia dengan throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

Selain itu, lanjut dia, integrasi Pelindo ini merupakan salah satu bagian dari program strategis pemerintah dan inisiatif Kementerian BUMN untuk melanjutkan proses konsolidasi BUMN dalam layanan kepelabuhanan.

Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono mengatakan Pelindo nantinya akan memiliki kendali strategis dan perencanaan yang lebih holistic untuk mengembangkan jaringan pelabuhan sehingga dapat menurunkan biaya logistik.

BACA JUGA:   Diduga Jadi Pabrik Sabu-Sabu, BNN Kepri Gerebek Rumah di Sukajadi, Batam

“Integrasi Pelindo ini selanjutnya tidak akan dikelola berdasarkan wilayah tapi berdasarkan lini bisnis sehingga dapat focus untuk mengembangkan potensi bisnis ke depan,” kata Arif.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan atas opsi restrukturisasi BUMN Pelabuhan, penggabungan adalah opsi yang paling sesuai karena dapat memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah. Proses integrasi Pelindo rencananya akan terlaksana awal bulan depan sambil menunggu selesainya Peraturan Pemerintah tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.

Menurut Arif, pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM. (SYS/Net)

BACA JUGA:   China Stop Pembiayaan, 66% Proyek PLTU di Asia Terancam Batal
  • Bagikan
140 views