Gagal di Batu Ampar, CMA-CGM dan PSA Bentuk Usaha Patungan di Pasir Panjang

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Masih ingat CMA-CGM, perusahaan pelayaran asal Perancis yang pernah menang beauty contest tender Terminal Batu Ampar pada 2005 lalu?

Setelah gagal melanjutkan proses tender internasional dengan BP Batam dalam pengembangan dan pengelolaan Terminal Batu Ampar, CMA-CGM menggandeng Port of Singapore Authority (PSA) mengembangkan terminal 3 dan 4 di Pasir Panjang, Singapura.

Informasi yang dihimpun dari situs perusahaan menyebutkan kedua entitas bisnis tersebut sepakat membentuk usaha patungan (joint venture) pada 2016 lalu dengan nama usaha CMA CGM-PSA Lion Terminal Pte Ltd (CPLT). Perusahaan baru tersebut mengelola empat mega terminal petikemas pada Terminal Pasir Panjang fase 3 dan 4. Terminal baru tersebut dipersiapkan untuk melayani kapal ultra-large containerships dengan kapasitas hingga 3 juta TEUs.

BACA JUGA:   Sunseap Group dan Rencana Ekspansi Energi di Batam

Sebelumnya, CMA-CGM juga menyelesaikan akuisisi perusahaan pelayaran berbasis di Singapura, Neptune Orient Lines, induk perusahaan APL senilai US$2,4 miliar atau setara Rp34 triliun. Akuisisi tersebut semakin menguatkan posisi CMA-CGM sebagai salah satu perusahaan pelayaran terbesar dunia.

Perusahaan asal Perancis ini memiliki kurang lebih 450 armada kapal petikemas dan sampai 2020 lalu telah mengangkut 20 juta TEUs petikemas ke seluruh dunia, dan mencatatkan diri sebagai perusahaan pelayaran terbesar ketiga dunia.

PSA sendiri masih bertengger di puncak daftar operator terminal terbesar dunia dengan throughput petikemas mencapai 60,4 juta TEUs pada 2020 lalu. Selain membangun transhipment hub di Singapura, PSA juga mengoperasikan 600 pelabuhan di luar Singapura.

BACA JUGA:   Menang Tender, Moya Indonesia - PP Persero Resmi Menjadi Pengelola SPAM Batam

Apakah CMA-CGM masih berminat jika tender internasional Batu Ampar dibuka kembali?

BP Batam sendiri menyebut nilai investasi untuk modernisasi Batu Ampar diperkirakan mencapai Rp12 triliun. Nilai yang sangat besar bagi upaya mengangkat derajat Batu Ampar sebagai salah satu transhipment hub di jalur pelayaran Selat Malaka.

Saat ini pun, persaingan antar operator terminal khusus di gugusan Selat Malaka sudah semakin ketat. Selain PSA yang mendominasi, ada juga Port of Tanjug Pelepas yang didukung oleh Evergreen, dan Port Klang yang didukung Cosco-China Shipping. (SYS/Net)

  • Bagikan
65 views