The Giants in Malaka Straits

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Gugusan Selat Malaka masih dikuasai oleh tiga pelabuhan besar di Singapura, Johor Bahru, dan Selangor, Malaysia.

Hasil riset Regional Economics & Investment Updates menunjukkan Port of Singapore Authority (PSA) memimpin dengan throughput petikemas mencapai 60,4 juta TEUs, disusul Port Klang sebanyak 10,4 juta TEUs, dan Port of Tanjung Pelepas sebanyak 9,8 juta TEUs. Ketiga pelabuhan ini berlomba-lomba menjadi regional-hub untuk perusahaan pelayaran global yang melewati Selat Malaka.

Ketiga pelabuhan tersebut menjadi pilihan perusahaan pelayaran global untuk turut mengelola terminal sebagai regional hub. Contohnya, Maersk yang sejak lama bergandengan dengan PSA untuk mengelola salah satu terminal di Singapura. Sebelum pindah ke PTP, Evergreen juga sempat mengelola terminal di PSA.

BACA JUGA:   Putaran Uang Narkoba

Sementara itu Cosco-China Shipping memilih terminal Westport di Port Klang sebagai basis kontainernya. Kehadiran para perusahaan pelayaran tersebut memberikan dampak cukup signifikan bagi pemilik terminal untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan.

Hal yang sama sebenarnya menjadi harapan Terminal Batu Ampar. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengundang perusahaan pelayaran untuk turut mengelola terminal. Tender internasional yang dilakukan pada 2004 lalu sebenarnya sempat diikuti beberapa nama perusahaan pelayaran dan pengelola terminal global seperti Evergreen, ICTSI dan termasuk PSA.

Bahkan dalam tender beauty contest dimenangkan oleh CMA-CGM. Namun, akhirnya mundur karena faktor krisis ekonomi pada awal 2007 yang menyebabkan rencana pengembangan Batu Ampar kembali terhenti. Lelang sempat akan diulang pada 2012 namun belum terealisasi.

BACA JUGA:   Food Protectionism dan Bayangan Krisis Pangan Global

Upaya Terminal Batu Ampar untuk berdiri sejajar dengan PSA, PTP, dan Port Klang akan semakin berat mengingat semua perusahaan pelayaran global sudah menancapkan kakinya di tiga raksasa terminal Selat Malaka tersebut. Dapat dipastikan 80 juta TEUs kontainer yang lalu lalang di selat tersibuk di dunia itu hanya didominasi oleh tiga terminal saja.

Perlu upaya serius untuk merumuskan rencana strategis pengembangan Batu Ampar ke depan agar mampu bersaing head-to-head dengan pelabuhan yang ada atau paling tidak Batu Ampar dapat berbenah memberikan fasilitas yang sedikit lebih baik dibandingkan saat ini. Semoga! (SYS)

BACA JUGA:   Mengapa Shinzo Abe Ditembak?

  • Bagikan
157 views