Puluhan Hotel di Batam Kolaps dan Diobral mulai Rp25 Miliar hingga Rp1 Triliun

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Pandemi Covid yang melanda Kota Batam selama 1,5 tahun terakhir ini menjadi penyebab ambruknya industry pariwisata. Sektor yang selama ini memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, justru kini mati suri.

Sektor perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemic Covid-19 ini selain sektor transportasi. Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat sejak 2020 lalu hingga 2021 ini telah memaksa masyarakat untuk menunda keinginan berpergian ke luar daerah.

Kebijakan lockdown total di Malaysia dan Singapura juga memberikan pengaruh paling besar bagi kemerosotan pariwisata di Kepri dan Batam pada khususnya. Lebih dari 2 juta turis asal negeri tetangga masuk ke Kepri setiap tahunnya, dan baru pada masa pandemic ini, arus turis masuk terjun bebas minus 90%.

BACA JUGA:   Berkunjung Ke Batam-Bintan, Turis Asing Bebas Karantina

Sejak tahun lalu, pengelola hotel sebenarnya sudah menyerah. Karyawan Sebagian besar dirumahkan, gaji dibayar setengah, dan bahkan ada berhenti total. Beberapa yang tidak sanggup lagi menanggung biaya operasional memilih menjual hotelnya kepada calon investor.

Penelusuran yang dilakukan tim riset Regional Economics and Investment Updates mengungkap beberapa hotel terpaksa melego asetnya melalui situs penjualan property, salah satunya situs property online 99.co dan lamudi.com.

Ada sekitar 21 bangunan hotel yang ditawarkan dalam situs tersebut. Contoh, Hotel G di daerah Batu Ampar dijual Rp110 miliar. Bangunan 6 lantai ini memiliki jumlah kamar 160 unit dengan luas tanah sekitar 7.700 meter persegi. Selanjutnya Hotel Bintang 4 di Nagoya dilepas dengan harga Rp300 miliar dengan 263 unit kamar. Ada lagi Hotel Bintang 4 di Batam Centre memiliki 9 lantai dan 511 kamar dijual Rp350 miliar.

BACA JUGA:   Desa Bakau Serip Masuk 50 Desa Terbaik, Sandiaga: Kembangkan Wisata Edukasi

Yang paling mahal adalah Hotel R di pusat kota Batam dijual dengan harga Rp1 triliun. Hotel dengan 14 lantai ini memiliki 230 unit kamar dan fasilitas lengkap. Tidak hanya hotel besar, beberapa hotel kecil pun turut dijual dengan kisaran harga Rp25-Rp40 miliar. Kemudian ada juga resort di Barelang dengan 65 unit vila dijual dengan harga Rp165 miliar.

Tidak hanya hotel yang sudah jadi, ada juga hotel yang sedang tahap pembangunan juga dijual disitus tersebut. Hotel N yang kini dalam penyelesaian pembangunan lantai 14 dijual Rp140 miliar. Hotel ini rencananya memiliki 192 kamar dan diperkirakan selesai pembangunan pada akhir Desemer 2021.

BACA JUGA:   Travel Bubble Mulai Berlaku, Ini Aturan Bagi WNI dan WNA Dari Singapura Masuk ke Indonesia

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Batam, melainkan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Keterpurukan sektor pariwisata memang telah memaksa pemilik hotel untuk mencari solusi paling efektif agar tetap bertahan hidup di masa pandemic. (SYS)

  • Bagikan
158 views