8 Tahun Tak Beroperasi, Elen: Status KEK Tanjung Api Api Kami Cabut!

  • Bagikan
Areal lahan kosong di dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api Api, Sumatera Selatan. Pemerintah resmi mencabut status KEK karena tidak kunjung beroperasi

Regional.co.id, JAKARTA: Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memutuskan untuk mencabut status KEK Tanjung Api Api karena tidak kunjung beroperasi walaupun sudah diberikan perpanjangan waktu pengoperasian.

Elen Setiadi, Pelaksana Tugas Dewan Nasional KEK, menegaskan pemerintah terus mendorong pengelola KEK agar segera mengoperasikan kawasannya setelah diberikan status sebagai kawasan khusus.

“Hasil evaluasi kami ada 1 kawasan yang akan dicabut statusnya sebagai KEK yaitu KEK Tanjung Api Api. Kami sudah berikan perpanjangan waktu tiga kali tapi tidak kunjung beroperasi juga,” ungkapnya dalam Webinar Peran dan Tantangan KEK dalam Menunjang Ekspor, hari ini (16/9).

KEK Tanjung Api Api ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2014 yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Total luas kawasan mencapai 2.030 hektar. Rencana industri yang akan dikembangkan antara lain industri pengolahan karet, sawit, dan petrokimia.

BACA JUGA:   ASEAN SEZ Comparison

Sudah hampir 8 tahun kawasan tersebut ditetapkan namun hingga hari ini belum juga mampu merealisasikan tahap awal pengembangan kawasan sebagaimana yang dijanjikan saat pengusulan dulu.

Hasil pemetaan DN KEK sendiri dari 15 KEK yang ada diperoleh informasi satu KEK yang terancam dicabut yaitu KEK Tanjung Api Api, ada juga 6 KEK yang harus mendapatkan perhatian khusus yaitu KEK Bitung, Sorong, Morotai, MBTK, Singasari, dan Likupang, kemudian ada 4 KEK yang belum optimal yaitu KEK Tanjung Lesung, Palu, Tanjung Kelayang, dan Arun Lhoseumawe. Selanjutnya ada 4 KEK yang sudah optimal yaitu KEK Galang Batang, KEK Kendal, KEK Mandalika, dan KEK Sei Mangkei.

BACA JUGA:   Rilis Laporan Keuangan Tahun 2021, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp62 Triliun

Pemerintah, lanjut Elen, akan berupaya meningkatkan peran KEK dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing, dan untuk itu dibutuhkan peran serta semua pihak terutama di daerah agar target tersebut bisa tercapai.

DN KEK berhasil menambah 4 KEK baru pada tahun ini menjadi 19 KEK yaitu KEK Nongsa Digital Park, KEK Batam Aero Technic, KEK Lido, dan KEK Gresik. Ke-4 nya merupakan kawasan brownfield atau sudah siap operasi karena berawal dari kawasan industri dan pariwisata.

Saat ini, total komitmen investasi di dalam KEK mencapai Rp63,82 triliun dengan realisasi investasi 149 badan usaha sebesar Rp43,11 triliun. Total ekspor sampai Juli 2021 ini sudah tercatat sebesar Rp3,66 triliun.

BACA JUGA:   Realisasi Investasi Capai Rp6 Triliun, Jadi: Apa Benar Sebesar Itu?

Sementara itu Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), mengingatkan pemerintah agar lebih optimal dalam mendorong pengelola KEK dalam mengoperasikan kawasan khususnya.

“Saya melihat mengapa saat ini banyak kawasan tidak berjalan mulus karena mungkin dulu pada awal pengusulan belum menyelesaikan masalah yang ada, sehingga ketika sudah ditetapkan sebagai KEK, justru masalah tersebut makin tidak terselesaikan. Seperti soal lahan dan lain-lain,” ujarnya. (SYS)

  • Bagikan
280 views