Perbatasan Mulai Dibuka, Permintaan Jet Fuel di Asia Diprediksi Menguat

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPORE: Permintaan bahan bakar pesawat (jet fuel kerosene) diprediksi membaik dipicu rencana beberapa negara Asia untuk membuka penerbangan di saat penyebaran virus Covid-19 varian Delta yang sudah mulai menurun.

Informasi yang dihimpun dari S&P Global Platts menyebutkan para pemasok jet fuel mendapatkan sinyal positif dari beberapa negara yang berencana untuk membuka kembali jalur penerbangan ketika angka penyebaran Covid dinegara sudah mulai terkendali.

Salah satunya Singapura. Data yang dirilis Singapore Airlines Group per 15 September lalu menyatakan maskapai tersebut menerbangkan 155.400 penumpang selama Agustus lalu atau melonjak drastic dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Dibandingkan masa sebelum pandemic pada Maret 2020, SIA memberangkatkan penumpang sebanyak 1,1 juta orang.

BACA JUGA:   Pemerintah Rilis Rencana Pembangunan Batam New Port, Batu Ampar Jadi Terminal Roro

Peningkatan jumlah penumpang selama Agustus lalu memberikan indikasi adanya perbaikan di sektor transportasi udara pada semester dua 2021 ini. Apalagi adanya kebijakan pemerintah yang memberikan akses vaccinated travel lanes bagi turis asal Jerman dan Brunei pada 8 September lalu dan kebijakan quarantine-free travel kepada turis asal Hongkong dan Macao pada 26 Agustus.

“Secara global, beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi sudah mulai hidup berdampingan dengan Covid-19. Di Asia, Singapura secara bertahap mulai membuka diri untuk beberapa negara terpilih. Ini akan diikuti oleh negara lain,” ujar J. Y. Lim, Advisor Oil Markets S&P Global Platts Analytics.

BACA JUGA:   Miris! Hanya 4 Dari 32 Bandara Internasional Yang Sudah Melayani Rute Luar Negeri

Menurut Lim, kendati ada perbaikan permintaan jet fuel/kerosene sebesar 6,6% dibandingkan tahun lalu, namun permintaan pada 2021 ini masih lebih rendah 31% dibandingkan 2019 pada saat kondisi normal.

Data Means of Platts (MOP) terbaru menunjukkan harga jet fuel/kerosene FOB Singapore merosot drastic hingga masuk level negative pada paruh pertama September dengan rata-rata minus $0,13/barrel jika dibandingkan data paruh pertama Agustus sebesar minus $0,5/barrel.

Pada penutupan perdagangan 15 September lalu, harga jet fuel didiskon sebesar $0,4 per barel dibandingkan harga sehari sebelumnya ditutup pada harga premium $0,1 per barel.

BACA JUGA:   Kapal Roro Tujuan Batam - Tanjung Uban Kandas Tadi Pagi

Namun demikian sentiment pasar masih optimistis jika memperhatikan data FOB Singapore untuk pemesanan Oktober – November dengan rata-rata kenaikan harga $0,2 per barel pada paruh pertama September.

Penguatan juga terlihat pada Kuartal 4-2021 hingga kuartal 1-2022 mendatang di mana indikasi sentiment jangka menengah naik $0,3 per barel pada paruh pertama September menjadi rata-rata $0,24/barel dibandingkan dengan $0,21/barel pada paruh pertama Agustus. (SYS/Platts)

  • Bagikan
86 views