Terlilit Utang Rp4.000 Triliun, Kasus Evergrande Bisa Mengancam Ekonomi Global

  • Bagikan

Regional.co.id, BEIJING: Krisis utang yang mencapai Rp4.000 triliun oleh raksasa property China, Evergrande, telah menjadi ancaman bagi perekonomian negeri Tirai Bambu tersebut dan membawa sentiment buruk bagi beberapa proyek property.

Evergrande sendiri mengalami ancaman gagal bayar senilai US$ 300 miliar atau Rp 4 ribu triliun. Kalangan analis menilai kasus gagal bayar ini terjadi karena perusahaan property terbesar kedua China itu terlalu banyak meminjam uang disaat penjualan sektor property tengah mengalami masalah.

Akibatnya, arus kas berada di bawah tekanan besar, dan ditambah dua anak perusahaan Evergrande juga gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$145 juta atau setara Rp2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga, sehingga berpotensi menyebabkan cross-default.

BACA JUGA:   Persediaan Berkurang, Harga Minyak Global Naik jadi $74,20

Pemerintah China dikabarkan mulai turun tangan untuk mengumpulkan sekelompok ahli akuntansi dan hukum untuk memeriksa keuangan Evergrande Group.

Sebagiamana dirilis oleh Al Jazeera, regulator di Provinsi Guangdong disebut telah mengirim tim dari King & Wood Mallesons, sebuah firma hukum yang spesialisasinya mencakup restrukturisasi.

Selain itu, atas perintah Beijing, mereka juga mengirimkan penasihat keuangan dan akuntan tambahan untuk menilai pengembang. Kebangkrutan tersebut berpotensi menjadi tsunami finansial sebagaimana krisis yang dipicu oleh hancurnya Lehman Brothers beberapa tahun lalu.

Akhir pekan ini, Evergrande harus membayarkan bunga utang yang jatuh tempo senilai lebih dari US$100 juta dollar atau Rp1,4 triliun. Pada awal pekan ini, Evergrande seharusnya telah membayarkan bunga utang perbankan. Kantor berita setempat pun baru-baru ini memberitakan, otoritas China telah memberitahu beberapa bank besar perusahaan itu tak akan mampu membayarkan kewajiban mereka.

BACA JUGA:   Smart Office LazadaOne di Singapura Diresmikan 20 April

Utang Menumpuk

Utang Evergrande menggelembung dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan upaya perusahaan untuk mendanai beragam bisnis mereka. Evergrande pun menjadi pengembang dengan tingkat utang terbesar di China. Secara keseluruhan, total utang Evergrande mencapai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.260 triliun.

Dalam beberapa pekan terakhir, Evergrande juga telah memberi peringatan kepada investor mengenai risiko gagal bayar. Evergrande beralasan, gagal bayar terjadi karena perusahaan tak mampu menyerap pendapatan dalam jumlah cepat.

Peringatan tersebut terungkap pekan lalu, ketika Evergrande melaporkan dokumen yang mengungkapkan perusahaan kesulitan mendapatkan pembeli atas beberapa aset yang merka jual. Para ahli mengungkapkan, ambisi Evergrande yang agresif dalam mengembangkan bisnis adalah alasan utama krisis yang mereka hadapi. “Evergrande Group telah menyimpang jauh dari bisnis inti mereka, hal itu merupakan bagian dari sumber kekacauan ini,” ujar Director of Economic Intellegence Unit untuk wilayah bagian China, Mattie Bekink.

BACA JUGA:   Viral Rumah Mewah Menteri di IKN, Ternyata Dibangun Pakai Duit Ini!
  • Bagikan
256 views