Tutup Pabrik Kompresor di Singapura, Panasonic Pecat 700 Karyawan

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Panasonic Appliances Refrigeration Devices Singapore (PAPRDSG) menghentikan fasilitas produksi refrigeration compressor (kompresor pendingin) di Singapura dan  memecat 700 orang karyawannya.

Walau sudah ditutup, fasilitas research and development (R&D) masih tetap beroperasi dan dipertahankan tetap di Singapura, demikian pernyataan resmi Panasonic yang ditayangkan dalam situs web perusahaan asal Jepang tersebut.

Singapura tetap menjadi pusat regional yang penting bagi perusahaan, dengan mempekerjakan lebih dari 1.400 pekerja dari berbagai segmen bisnis. Pemecatan 700 karyawan tersebut mencapai sepertiga dari total karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Manajemen Panasonic menyatakan keputusan itu diambil di tengah prospek bisnis global yang semakin berat dan menantang serta berdasarkan hasil kajian strategis perusahaan terhadap portofolio bisnis kompresor pendinginnya.

BACA JUGA:   Produksi Naik Gila-Gilaan, Cadangan Nikel RI Sekarat!

Karyawan yang terkena dampak pemecatan Sebagian besar bekerja pada bagian production controlling dan engineering process. Proses pemecatan dilakukan dalam empat tahap pada hari Kamis (23/9) lalu.

Sekitar setengah dari pekerja ini adalah warga Singapura, sementara 13% lainnya adalah permanent resident.

Hari kerja terakhir untuk gelombang pertama dari staf yang diberhentikan adalah pada tanggal 31 Maret tahun depan, sedangkan hari terakhir untuk gelombang kedua dan terakhir dari pekerja yang terkena dampak adalah pada tanggal 30 September pekan depan.

Panasonic mengatakan akan mengkonsolidasikan operasi manufaktur kompresor di fasilitas yang ada di Malaysia dan China. Panasonic Appliances Refrigeration Devices Singapore (PAPRDSG) didirikan pada tahun 1972, dan saat ini memproduksi kompresor untuk lemari es dan freezer rumah tangga di fasilitas produksinya yang berada di Bedok South Road dan Gul Road.

BACA JUGA:   Soal Ekspor Pasir Laut, Ini Tanggapan Pemerintah Singapura!

PM Lee Hsien Loong menyatakan keprihatinannya atas tutupnya fasiitas produksi Panasonic tersebut. PM Lee menyebut sejak 1972 perusahaan tersebut telah memproduksi kurang lebih 285 juta kompresor untuk keperluan rumah tangga seluruh dunia, dan menjadikan pabrik di Singapura sebagai pabrik kedua terbesar di dunia.

Serikat pekerja elektronik Singapura (United Workers of Electronic and Electrical Industries/UWEEI Singapora) akan mengupayakan pekerjaan bagi 700 karyawan yang di PHK tersebut. Manajemen Panasonic sendiri merencanakan untuk mencarikan pekerjaan di fasilitas produksi perusahaan yang lain walaupun mereka harus memenuhi persyaratan yang berlaku. (SYS/Straitstimes)

  • Bagikan
357 views