Lama Tak Beroperasi, 7 BUMN Ini Akan Ditutup Erick Thohir

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menutup tujuh BUMN karena sudah lama tidak beroperasi.

Menurut Erick, proses penutupan tujuh BUMN tersebut tidaklah mudah karena proses restrukturisasi beberapa BUMN membutuhkan waktu sekitar 9 – 12 bulan, serta prosesnya melalui lintas kementerian atau lembaga.

Ketujuh BUMN itu adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero).

Dikutip dari IDXChannel dan diolah dari berbagai sumber, berikut profil singkat tujuh BUMN yang akan ditutup Erick Thohir:

1.  PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) merupakan induk dari Merpati Nusantara Airlines, salah satu maskapai penerbangan nasional yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Maskapai ini didirikan pada 1962 dan berpusat di Jakarta.

BACA JUGA:   Ngeri! Banyak Pabrik Di Jabar Tutup, Ternyata Ini Biang Keroknya!

Pada 1 Februari 2014, Merpati menangguhkan seluruh penerbangan dikarenakan masalah keuangan akibat hutang. Diketahui, Merpati membutuhkan Rp7,2 triliun untuk beroperasi kembali.

2. PT Kertas Leces (Persero)

PT Kertas Leces (Persero) terletak di Probolinggo, Jawa Timur. Adapun PT Kertas Leces merupakan pabrik kertas tertua kedua di Indonesia setelah pabrik Kertas Padalarang.

Pabrik kertas Leces sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda. Asalnya bernama N.V Papierfabriek Letjes, berdiri pada 1939. Pabrik ini mulai beroperasi pada 1940, dengan menghasilkan kertas 10 ton per hari.

3. PT Industri Gelas (Persero)

PT Industri Gelas atau PT IGLAS (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan gelas, khususnya botol. Perusahaan ini didirikan pada 29 Oktober 1956 dan beroperasi pertama kali pada 1959.

BACA JUGA:   Kilang Dumai Stop Beroperasi Hingga Pertengahan April

PT Industri Gelas mampu memproduksi berbagai jenis botol dengan total kapasitas 340 ton per hari atau 78.205 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri bir, minuman ringan, farmasi, makanan, dan kosmetika.

4. PT Istaka Karya (Persero)

PT Istaka Karya (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini sebelumnya bernama PT ICCI (Indonesian Consortium of Construction Industries) dan merupakan suatu konsorsium yang beranggotakan 18 perusahaan konstruksi Indonesia.

5. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

PT Kertas Kraft Aceh (Persero) mulai beroperasi pada 1983 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Adapun tujuan awal KAA didirikan dalam rangka swasembada kertas kantong semen.

Produsen pembungkus semen dari Aceh ini terpaksa berhenti beroperasi sejak 2007 karena kesulitan mendapat bahan baku dan gas.

BACA JUGA:   Erick Thohir Bakal Tutup Anak-Cucu BUMN Sakit, Jumlahnya Ratusan!

6. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

PT Industri Sandang Nusantara (Persero) merupakan perusahaan tekstil milik pemerintah Indonesia yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan BUMN ini didirikan pada 1999 dalam swasembada kebutuhan pangan yang dicanangkan pada 1961.

PT Industri Sandang Nusantara memproduksi benang tenun, karung, dan karung plastik yang diproduksi oleh 7 baril pemintalan, 1 baril terpadu pemintalan dan pentenunan, serta satu pabrik karung plastik.

7. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)

PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PT PANN merupakan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan kapal. Perusahaan ini didirikan pada 1974.

Selain bergerak di bidang pembiayaan kapal, BUMN ini juga bergerak di bidang telekomunikasi dan navigasi maritim serta jasa pelayaran untuk usaha jasa sektor maritim. (SYS/IDXChannel)

  • Bagikan
173 views