Startup Indonesia Jadi Incaran VC, Total Pembiayaan Capai US$1 Miliar

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Lebih dari 100 usaha rintisan (startup) Indonesia berhasil meraih pembiayaan dari ventures capital senilai lebih dari US$1 miliar atau setara Rp14,3 triliun selama semester I 2021 ini.

Chief Investment Officer BRI Ventures William Gozali mengatakan jumlah startup yang mendapat pembiayaan dari investor jumlahnya terus meningkat.

“Perkiraan sementara sampai Semester I 2021 ini tercatat lebih dari 100 startup berhasil meraih pembiayaan hingga US$1 miliar atau Rp14,3 triliun,” ujarnya dalam keterangan pers terkait Gerakan Nasional 1000 startup digital, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, pendanaan ke startup Indonesia selalu meningkat setiap tahun, meski ada pandemi corona. Data DealStreetAsia melaporkan, startup di Asia Tenggara meraih investasi US$ 6 miliar atau sekitar Rp 87,7 triliun pada kuartal pertama atau menyentuh rekor tertinggi.

BACA JUGA:   PHK di GoTo dan Shopee, Ini Penyebabnya!

Total pendanaan tersebut melonjak 43% secara tahunan (year on year/yoy) dan 48% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Hampir 70% dana terkumpul dari modal yang dijaminkan pada 2020.
Sedangkan pada tahun lalu, Cento Ventures mencatat bahwa pendanaan ke startup Asia Tenggara turun 3,5% yoy menjadi US$ 8,2 miliar.

“Penurunan ini lebih kecil dibandingkan India 31% dan Afrika 38%,” demikian isi laporan bertajuk ‘SE Asia Tech Investment FY 2020’ pada akhir Maret (26/3). Pada semester I 2020, pandanaan ke startup Asia Tenggara US$ 5,9 miliar. Sedangkan di semester II US$ 2,3 miliar.

BACA JUGA:   Raih Pendanaan Rp2,1 Triliun, Ajaib Jadi Unicorn ke-7 Indonesia

Di satu sisi, ekonomi digital Indonesia diperkirakan tembus US$ 44 miliar atau sekitar Rp 638 triliun tahun lalu. Indonesia dan Vietnam masih mencatatkan pertumbuhan, meski ada pandemi corona.
Untuk mendukung pengembangan startup di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun kembali menggelar Gerakan 1000 Startup.

Ini bertujuan memberikan pembinaan kepada calon perintis perusahaan rintisan. Selain itu, untuk membentuk ekosistem startup di Indonesia. “Kami ingin membuka wawasan bagi anak muda. Jangan hanya ingin bekerja, tapi juga membuka lapangan kerja,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan. (SYS/Katadata.co.id)

BACA JUGA:   Gelombang PHK Startup Indonesia, Ini Alasannya!
  • Bagikan
124 views