Terpuruk Akibat Covid, Industri Pariwisata Malaysia Merugi RM100 Miliar

  • Bagikan

Regional.co.id, KUALA LUMPUR: Industri pariwisata Malaysia mengalami kerugian hampir RM100 miliar sejak pandemi melanda negeri itu pada 2020 lalu. Sektor ini diperkirakan terus terpuruk jika pemerintah gagal mengatasi penyebaran virus Covid-19.

Tan Ming Luk, Vice President and Country Head OYO Malaysia, mengungkapkan seluruh pemangku kepentingan bersama pemerintah harus saling mendukung untuk mengatasi masalah pandemic ini agar situasi bisa kembali pulih.

“Selain manufaktur dan komoditas, sektor hospitality ini termasuk yang paling parah terdampak Covid-19 sejak tahun lalu. Total kerugian mencapai RM100 miliar. Seluruh pelaku usaha berharap mereka bisa kembali beroperasi,” ujarnya kepada The Star belum lama ini.

BACA JUGA:   Travel Bubble Mulai Berlaku, Ini Aturan Bagi WNI dan WNA Dari Singapura Masuk ke Indonesia

Dia menyebutkan setiap dua minggu sektor hospitality ini mengalami kerugian hingga RM300 juta akibat pembatasan perjalanan diberlakukan.

Menurut Tan, pemerintah perlu menyusun ulang strategi penanganan Covid-19 di negara tersebut dengan lebih terukur tidak sekedar melancarkan pelarangan bepergian. “Kami melihat kebijakan lockdown dan movement control order (MCO) tidak terlalu berhasil mengurangi penyebaran virus,” tegasnya.

CEO MAH Yap Lip Seng, kepada Utusan Malaysia menyatakan pelaku perhotelan berjuang untuk bertahan dengan melakukan serangkaian pengurangan biaya, termasuk memotong gaji karyawan sebesar 44,6%, merumahkan karyawan (14,06%) dan mengurangi tunjangan (34,69%) dan membagi tugas (73,75%). Survei dilakukan terhadap 320 hotel di seluruh negara.

BACA JUGA:   Turis Bisa Masuk Singapura dan Malaysia Tanpa Karantina Mulai 1 April

“Berdasarkan data statistic, sekitar 70% hotel masih beroperasi. Beberapa diantaranya menjadi pusat karantina, dan Sebagian lagi bergantung pada pelanggan dari sektor Kesehatan, dan migas. Namun tingkat okupansi tak lebih dari 20% saja,” paparnya.

Yap berharap tingkat vaksinasi di Malaysia yang semakin membaik memberikan harapan bagi sektor pariwisata untuk kembali beroperasi seperti sedia kala. “Semakin tinggi tingkat vaksinasi tentu memacu herd immunity.”

Pelaku pariwisata, menurut dia, sangat bergantung pada paket stimulus yang diberikan pemerintah salah satunya Pemulih yang memberikan subsidi upah kepada pengusaha. Pemerintah Malaysia sendiri menjanjikan untuk membuka aktivitas wisata dan perjalanan jika 60% masyarakat Malaysia sudah divaksin. Kondisi ini masuk dalam Fase Keempat National Recovery Plan (NRP).

BACA JUGA:   Di tengah Ancaman Resesi, 1,6 Miliar Turis Global Tetap Liburan Tahun Depan

“Fase keempat ini diperkirakan mulai direalisasikan pada November hingga Desember mendatang,” tandas Yap. (SYS)

  • Bagikan
171 views