Tingkatkan Kapasitas Hingga 6,7 Juta TEUs, Batu Ampar butuh US$1,12 Miliar

  • Bagikan
DCIM100MEDIADJI_0040.JPG

Regional.co.id, BATAM: Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Batam) butuh sekitar US$1,12 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar mencapai kapasitas maksimum 6,7 juta TEUs pada 2035.

Rencana pengembangan tersebut sangat bergantung dengan kerjasama investor asing atau domestic baik berkontribusi dalam bentuk kapital ataupun jasa logistik. Perlu diketahui, untuk memaksimalkan Batu Ampar sebagai pusat alih kapal maka pengelola perlu menggandeng perusahaan pelayaran global yang memiliki armada besar.

Dalam sambutannya saat memperingati dua tahun kepemimpinan Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam exofficio Walikota Batam, dijelaskan bahwa pengembangan Batu Ampar sudah dimulai sejak tahun ini dengan membenahi pelayanan kepada pengguna jasa melalui pengembangan teknologi informasi terintegrasi bernama BSIMS yang terhubung dengan Inaportnet serta pengoperasian autogate system.

BACA JUGA:   Brunei Usulkan Pembangunan KA Cepat Trans Kalimantan Sepanjang 1.620 Km

“Pelabuhan Batu Ampar kami kembangkan bertahap mulai dari pelayanan berbasis IT dan sarana pendukung terminal. Untuk mencapai kapasitas maksimum dibutuhkan sekitar Rp16,2 triliun (setara US$1,12 miliar),” ujar Rudi.

Saat ini Batu Ampar memiliki kapasitas 445.000 TEUs container yang didominasi oleh inland container dari sektor manufaktur dan komoditas. Sampai dengan 2025 mendatang, diperkirakan terminal mampu menambah kapasitas menjadi 1,7 juta TEUs dari aktivitas alih kapal barang domestic dengan rencana investasi Rp1,7 triliun.

Pada rencana jangka menengah (2026-2030), Batu Ampar diproyeksi mampu melayani 4,7 juta TEUs dengan investasi Rp8,2 triliun dan jangka panjang sampai 2035 mencapai 6,7 juta TEUs dengan investasi Rp6,4 triliun.

BACA JUGA:   Rilis Laporan Keuangan Tahun 2021, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp62 Triliun

Selat Malaka sendiri menjadi salah satu alur pelayaran tersibuk di dunia dengan perkiraan jumlah kapal kargo yang melintas mencapai 80.000 kapal dengan kapasitas container sekitar 70 juta – 80 juta TEUs. Mayoritas kapal saat ini singgah di pelabuhan PSA Singapura, Tanjung Pelepas-Johor, dan Port Klang-Selangor. Total container yang dilayani di tiga pelabuhan jiran tersebut mencapai 60 juta TEUs.

  • Bagikan
359 views