Tidak Ada Pembatalan Travel Bubble, Kepri Siap Sambut Turis Asing

  • Bagikan

Regional.co.id, TANJUNGPINANG: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menegaskan kesiapan daerah ini dalam menerapkan travel bubble bagi para wisatawan asing dan tidak ada penundaan atau pembatalan.

“Saya tegaskan dan luruskan pemberitaan bahwa Kepri siap melaksanakan travel bubble. Presiden juga sudah menyatakan bahwa Bali dan Kepri sudah siap menerima kedatangan turis asing,” ujar Ansar Ahmad, Gubernur Kepri, dalam konferensi pers kemarin.

Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi pemberitaan oleh media Singapura diantaranya Channel News Asia yang mengutip pernyataan Ansar soal pembatalan travel bubble antara Kepri dan Singapura karena mempertimbangkan jumlah kasus di negeri Jiran tersebut yang semakin tinggi. Berita CNA tersebut dikutip dari kantor berita Antara pada tanggal 6 Oktober 2021.

BACA JUGA:   Ketergantungan Daerah ke Pusat Masih Tinggi, Airlangga Sarankan Ini

Ansar mengatakan perkembangan pandemic di Singapura tetap menjadi perhatian dari pemerintah dalam menindaklanjuti implementasi travel bubble antara kedua negara. Namun, mengingat rencana tersebut sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu dan sudah dibahas pada tingkat Menteri.

“Belum ada rencana untuk menunda atau membatalkan travel bubble di Kepri. Pembahasan soal ini masih intensif bagaimana membuka akses wisatawan di Bali dan Kepri,” tegas Ansar.

Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Kepri bersepakat untuk menjadikan kawasan Bintan Resort di Lagoi, Bintan sebagai pilot project pelaksanaan travel bubble di Kepri. Kawasan ini dinilai cocok untuk menjadi destinasi turis asal Singapura pada masa pandemic ini karena terisolasi dan tidak memiliki akses langsung dengan masyarakat sekitar.

BACA JUGA:   Walikota Medan Lantik 12 Direksi Perumda Hari Ini

Pengelola Lagoi juga sudah menjamin ketersediaan sarana cek PCR yang dapat diketahui hasilnya dalam waktu 1-2 jam.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan akan mulai membuka pintu masuk wisatawan ke Indonesia pada tanggal 14 Oktober mendatang. Bali akan menjadi daerah pertama yang akan dibuka bagi turis mancanegara.

Selama pandemic melanda negeri ini, sektor pariwisata Bali sangat terpuruk sehingga mempengaruhi perekonomian daerah. Hal yang sama juga dialami oleh destinasi wisata lainnya di Indonesia termasuk Batam, Malang, dan Jakarta.

Sektor perhotelan dan pengelola objek wisata terpaksa harus menutup usahanya selama masa PPKM Darurat diberlakukan di beberapa daerah. Bahkan beberapa pemilik hotel terpaksa menjual hotelnya karena tidak sanggup lagi menanggung beban operasional. (SYS)

BACA JUGA:   Jumlah Orang Miskin di Batam Naik Terus, BPS: Per Maret 2022 Tercatat 82.590 orang
  • Bagikan
90 views