Peritel Listrik Bertumbangan, Singapura Diambang Krisis Energi

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Singapura mulai menghadapi krisis energi setelah tiga pengecer listrik independent terbesar di negara tersebut tidak lagi melayani pelanggan baru.

Diduga melambungnya harga LNG di pasar spot Asia hingga lebih 500% menjadi biang keladi krisis energi di negara tersebut. Harga LNG di pasar spot sempat menyentuh level US$30 per MMBTU.

iSwitch Energy, salah satu pengecer terbesar di Singapura menyatakan melalui situs perusahaannya bahwa mereka akan menghentikan operasi ritel listrik pada November mendatang akibat kondisi pasar yang tidak kondusif.

Sementara itu, peritel listrik yang menjadi pesaing iSwitch yaitu Diamond Electric, Best Electricity Supply dan Ohm Energy telah lebih dulu berhenti menerima pelanggan baru. Bahkan Diamond dalam proses menyerahkan lini bisnis energi tersebut ke perusahaan lain.

BACA JUGA:   Lawrence Wong Resmi Menjadi PM Singapura yang Baru

Berhentinya tiga pengecer listrik tersebut menyebabkan pasar Singapura saat ini hanya dilayani oleh 8 perusahaan penyedia listrik saja. Namun diperkirakan, kondisi pasar dan harga gas yang tidak menentu berpotensi menyebabkan peritel listrik lain akan mengambil langkah serupa.

Singapura telah meliberalisasi pasar energi sejak 2008 lalu dengan menerapkan kebijakan Open Electricity Market (OEM) bagi sektor konsumen rumah tangga. Sejak saat itu, sebanyak 12 perusahaan ritel listrik menggarap pasar negara pulau tersebut.

Energy Market Authority (EMA) Singapura mensinyalir kondisi ini disebabkan oleh lonjakan permintaan energi dan bergeliatnya sektor industry di beberapa negara importir pasca dibukanya lockdown dan penurunan jumlah kasus Covid-19.

BACA JUGA:   Mahathir: Malaysia harusnya Klaim Wilayah Singapura dan Kepri

Selain soal harga gas yang mulai merangkak naik, impor gas dari Indonesia juga terganggu. Menurut laporan EMA, ada pembatasan pasokan gas alam dari West Natuna dan Grissik, Sumatera Selatan.

Singapura memang sangat bergantung dengan pasokan gas Indonesia. Sekitar 95% kebutuhan energi pembangkit listrik di negara itu digerakkan oleh gas alam dan hampir 70% gas alam dipasok dari Indonesia.

Kendati ada kendala pasokan, EMA menjamin tidak ada pemadaman listrik baik oleh konsumen bisnis maupun rumah tangga. Pelanggan yang ditinggal oleh tiga peritel tadi segera dialihkan kepada peritel lain yang masih tetap beroperasi.

BACA JUGA:   Tegas! Anwar Ibrahim Tolak Rencana Pembangunan Kasino di Johor Forest City
  • Bagikan
129 views