Sunseap Group dan Rencana Ekspansi Energi di Batam

  • Bagikan
Solar Panel terapung milik Sunseap di Selat Johor
Solar Panel terapung milik Sunseap di Selat Johor. DOK: Sunsep Group

Regional.co.id, SINGAPURA: Pada Juli lalu, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam menandatangani nota kesepahaman dengan Sunseap Group dalam pengembangan ladang solar panel terapung (floating photovoltaic/FPV) di Waduk Duriangkang, senilai US$2 miliar yang akan menghasilkan energi sebesar 2,2 gigawatt-peak (GWp) di areal seluas 1.600 hektar.

Selain mengembangkan ladang solar panel terbesar di dunia, proyek tersebut juga termasuk pengembangan sistem penyimpanan listrik (energy storage system) kapasitas raksasa hingga 4.000 MWhr.

Proyek yang menelan biaya hampir Rp28 triliun itu direncanakan mulai pengerjaan pada 2022 dan selesai pada 2024 dengan menggunakan skema pembiayaan internal dan konsorsium pembiayaan.

Bagi Sunseap, proyek di Duriangkang tersebut merupakan proyek kesekian yang mereka kembangkan di luar Singapura. Sebelumnya, perusahaan pemasok listrik terbesar di Singapura itu sudah berekspansi di 9 negara salah satunya Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

BACA JUGA:   Segera Pensiun Dini, PLTU 700 MW Milik PLN Beralih ke PT BA

Spesialisasi Sunseap adalah teknologi solar system atau pembangkit tenaga surya. Frank Phuan, CEO Sunseap Group merupakan generasi kedua di perusahaan yang sudah bermain di industry solar panel selama 35 tahun. Frank sendiri berpengalaman selama 20 tahun dalam industry solar system dan terlibat di berbagai proyek strategis di Asia Pasifik.

Pada 2015, Frank mendapat penghargaan dari Nanyang Technological University atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi solar panel di Singapura. Kini, dia dan tim dalam Sunseap Group terus mengembangkan teknologi penghasil listrik rendah karbon dan ramah lingkungan, sebagaimana rencana jangka panjang Pemerintah Singapura.

BACA JUGA:   Jalan-Jalan Ke Johor Bahru, Ingat 4 Hal Ini!

Sunseap Group merupakan salah satu penyedia energi bersih dan terbarukan di Singapura dan mengembangkan sayap ekspansi di beberapa negara Asia. Total proyek pembangkit tenaga surya yang telah diselesaikan mencapai 2 gigawatt-peak (GWp) di Singapura dan beberapa negara lain.

Selama 2020, Sunseap mampu memproduksi listrik tenaga surya dengan kapasitas 147.200 MWhr yang cukup untuk mengaliri 31.000 unit rumah di Singapura, dan mampu mereduksi 60.100 metrik ton emisi karbon.

Rencana pemerintah Singapura untuk mulai menginisiasi listrik ramah lingkungan dan rendah karbon, mulai ditangkap sebagai peluang oleh pemain listrik ritel di Singapura.  Namun keterbatasan lokasi yang luas untuk membangun ladang solar panel menjadi alasan dipilihnya Batam dan Kepulauan Riau sebagai lokasi ekspansi.

BACA JUGA:   China Stop Pembiayaan, 66% Proyek PLTU di Asia Terancam Batal

Sebelum menjalin kerjasama dengan BP Batam dalam pengembangan solar panel terapung (floating photovoltaic) di Waduk Duriangkang, Sunseap sudah memulai proyek FPV ini di Selat Johor dengan menginstal 13.312 panel, 40 unit inverter dan lebih dari 30.000 pelampung yang menghasilkan energi listrik 6 juta kWh per tahun. Ladang solar panel terapung ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia yang ada di Singapura.

  • Bagikan
283 views