3 Peritel Listrik Berhenti, SP Group Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik Di Singapura

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Singapore Power Group (SP Group) menjamin pasokan listrik bagi pelanggan rumah tangga dan komersil pasca berhentinya layanan tiga peritel listrik di negeri itu yaitu iSwitch, Best Electricity Supply dan Ohm Energy.

Pasca keluarnya tiga peritel listrik tersebut maka secara otomatis seluruh pelanggan yang sebelumnya dilayani akan dialihkan dalam pengelolaan SP Services (unit layanan SP Group).

Dalam pengumuman yang dirilis oleh perusahaan, kepada seluruh konsumen dihimbau tidak perlu khawatir tentang pasokan listrik pasca keluarnya empat peritel tersebut. Seluruh pelanggan akan dilayani oleh SP Group dan pengalihan akun berlangganan dapat diproses dengan menghubungi layanan pelanggan pada situs Energy Market Authority (EMA).

BACA JUGA:   Permohonan Holomogasi Dibatalkan, Istaka Karya Akhirnya Resmi Pailit!

Kenaikan harga gas di pasar spot menyebabkan para peritel listrik yang bergantung pada pasokan gas untuk pembangkit listrik terpaksa harus menghitung ulang biaya produksinya. Akibat biaya yang terlalu besar, empat peritel itu memutuskan untuk berhenti melayani pelanggan per November ini.

Pola pengelolaan listrik di Singapura mulai dibuka untuk public sejak 2008 lalu. SP Group selaku penguasa jaringan listrik membentuk EMA untuk memulai era pasar bebas listrik di negeri pulau tersebut.

Saat ini terdapat 18 peritel listrik yang melayani pelanggan rumah tangga dan komersil. Untuk pelanggan rumah tanggan ada Sembilan peritel yaitu Diamond Electric, Geneco Energy, Keppel Electric, Pacific Light, Sembcorp Power, Senoko Energy, Sunseap Energy, Tuas Power, dan Union Power.

BACA JUGA:   Dorong Penerimaan Daerah, Mendagri: Jangan Hanya Andalkan APBD!

Sedangkan untuk konsumen bisnis dilayani oleh 18 peritel yaitu Diamond Electric, Geneco Energy, Keppel Electric, Pacific Light, Sembcorp Power, Senoko Energy, Sunseap Energy, Tuas Power, UGS Energy, Union Power, BioEnergy, Flo Energy, GreenCity Energy, Hyflux Energy, Just Electric, LHN Energy, MyElectricity, dan ValuEnergy.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap gas, SP Group dan Pemerintah Singapura telah menyusun rencana jangka panjang pemenuhan listrik negara itu diantaranya dengan melakukan impor listrik dari negara lain dan mengembangkan energi baru terbarukan.

Untuk impor listrik, tengah dijajaki untuk mengimpor 100 MW dari Malaysia dan membangun proyek jaringan kabel listrik terintegrasi (Singapore Power Integration Project) yang menghubungkan Laos-Thailand-Malaysia-Singapura dengan pasokan awal 100 MW. Termasuk membangun jaringan kabel listrik bawah laut sepanjang 5.000 km dari Australia ke Singapura.

BACA JUGA:   Fase Pertama Tuas Mega Port Resmi Beroperasi, PM Lee: Kami Terus Maju!
  • Bagikan
141 views