Ekspor Listrik Ke Singapura Tahun 2025, PLN Batam-SembCorp Kucurkan Investasi Rp11 Triliun

  • Bagikan
Kantor pusat PLN Batam di Batam Centre

Regional.co.id, BATAM: PT Bright PLN Batam optimis akan memenangkan ekspor listrik tenaga surya dari Indonesia ke Singapura dan direncanakan mulai dioperasikan pada tahun 2025 mendatang.

Kontruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya mampu sekitar 1 GigaWatt-peak (GWp) akan dimulai akhir 2022 dengan nilai investasi sebesar Sin$1 miliar atau setara Rp11 Triliun.

Direktur Utama PT Bright PLN Batam, Nyoman S. Astawa dalam konferensi pers secara daring, Kamis (04/11/2021) mengatakan, dalam skema trial atau ujicoba penyaluran listrik ke Singapura ini pihaknya optimis akan memenangkan tender yang akan dilakukan karena sejumlah hal, salah satunya ialah mitra PT Bright PLN Batam yaitu Sembcorp Industries (Sembcorp) merupakan whole seller energi listrik lima besar di Singapura yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Temasek, BUMN Singapura.

“Kami targetkan sudah mengekspor listrik diawal tahun 2025, sehingga dari sisi hal yang paling utama saat ini ialah menyediakan lahan dulu, proses kontruksi dimulai di akhir tahun 2022,” kata Nyoman.

BACA JUGA:   3 Peritel Listrik Berhenti, SP Group Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik Di Singapura

Menurut dia, lahan yang dibutuhkan untuk panel-panel surya dengan total energy daya mampu yang akan disalurkan sebesar 1GWp seluas 1.000 hektare. Lokasi lahan tersebut nantinya akan tersebar di Batam, Bintan dan Karimun.

“Tapi terus terang saya belum tahu dimana lokasi nantinya, tetapi dalam dua bulan ini kita pastikan sudah dapat gambaran, dengan catatan seluruh lahan yang akan dialokasikan untuk PLTS itu sesuai dengan regulasi di Indonesia,” kata Nyoman.

Dia menjelaskan, peluang PT Bright PLN Batam untuk mengeksport listrik dengan energy terbarukan ke Singapura sangat besar dilihat dari sisi ukuran yang akan dilelang, mitra yang digandeng Sembcorp serta dari sisi regulasi di Indonesia maupun di Singapura.

Sembcorp sendiri telah memiliki sub station dan infrastruktur ketenagalistrikan di negara tersebut, selama ini Sembcorp juga merupakan importir gas dari Sumatera dan West Natuna untuk energy listrik di negara tersebut.

BACA JUGA:   PLN Catat Kapasitas Listrik Nasional Capai 72,9 GW Per Akhir 2023

“Jadi kalau dilihat dari portofolio Sembcorp kami sangat optimis dengan kerjasama ini,” kata Nyoman.

Walikota Batam Muhammad Rudi, menurut Nyoman, juga telah menawarkan sejumlah tempat atau lahan kepada PLN dalam rangka kerjasama ini. Karena jika instalasi listrik PLTS 1GWp dibangun di Batam juga akan memberikan dampak positif kepada Batam, yaitu sumber energy listrik di Batam akan juga disalurkan dari PLTS sehingga harga yang dijual kepada masyarakat lebih murah dibandingkan dengan energy konvensional.

Pada 25 Oktober 2021 lalu PT Bright PLN Batam dan perusahaan pengembang energi baru terbarukan Singapura, Sembcorp Industries (Sembcorp) sepakat menandatangani Joint Development Agreement (JDA) atau perjanjian pengembangan bersama untuk mengembangkan proyek penyimpanan energi dan tenaga surya terintegrasi skala besar di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Kepuluan Riau, Indonesia.

BACA JUGA:   Pemadaman Listrik Masih Berlanjut, Ini Lokasinya!

Rencananya, proyek ini akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya mampu sekitar 1GWp serta didukung sistem penyimpanan energi berupa energi baru terbarukan untuk meningkatkan pasokan energy di Batam dan skala besar akan di ekspor melalui kabel bawah laut ke Singapura.

Penandatanganan JDA dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Arifin Tasrif, Menteri Tenaga Kerja yang merangkap Menteri II Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Dr Tan See Leng, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo dan Chief Executive EMA, Ngiam Shih Chun.

“Kabel yang dibutuhkan sejauh 20 kilometer, tetapi dari sisi mana akan dibangun instalasinya masih kita pelajari, termasuk landing point di Singapura,” kata Nyoman.

Editor: Suyono Saputro

  • Bagikan
316 views