PLTU Dipensiunkan, Indonesia Butuh Dana Transisi Energi Terbarukan Rp429 Triliun Dalam 8 Tahun

  • Bagikan

Regional.co.id, GLASGOW: Pemerintah Indonesia membutuhkan dana investasi untuk transisi penggunaan pembangkit listrik tenaga uap menjadi energi terbarukan sebesar US$30 miliar atau setara Rp429,6 triliun dalam delapan tahun ke depan.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan upaya pemerintah untuk melakukan pensiun dini (early retirement) terhadap PLTU yang ada dalam delapan tahun ke depan butuh pembiayaan yang tidak kecil.

“Pemerintah berkomitmen untuk beralih menuju energi terbarukan bisa segera terwujud. Jika total kapasitas PLTU saat ini sebesar 5,5 gigawatt, maka Indonesia butuh dana transisi energi sebesar US$25 miliar – US$30 miliar (setara Rp358 triliun – Rp429,6 triliun),” ujarnya.

BACA JUGA:   Otorita IKN Minta Tambahan APBN Rp29,8 Triliun, Untuk Apa?

Menurut Sri, Indonesia akan membuka peluang investasi di sektor energi dengan melakukan pensiun dini pembangkit uap ini dan bersiap untuk menuju pembangkit dengan sumber energi bersih dan hijau.

Dalam CEO Forum pada KTT G20 di Glasgow, Inggris, Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmennnya untuk memulai transisi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Ini merupakan sebuah komitmen global untuk mulai mengurangi emisi karbon dan pemanasan global secara bertahap hingga 2050.

“Para CEO dan perwakilan perusahaan global yang berpusat di Inggris ingin mendengar rencana pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmen perubahan iklim. Mereka juga memiliki komitmen untuk mendukungnya,” papar Sri Mulyani.

BACA JUGA:   Antara Merger dan Utang Menggunung BUMN Karya

Beberapa proyek pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) sudah mulai dijajaki oleh beberapa konsorsium perusahaan listrik regional yaitu PT PLN Batam, Sunseap Group, Sembcorp, dan SunCable. Mereka berencana membangun instalasi solar panel di beberapa pulau di Kepri.

Total investasi energi baru di Kepri saja bisa mencapai US$3 – 5 miliar atau setara Rp50-70 triliun. Sementara investasi SunCable yang membangun jaringan bawah laut dari Australia menuju Singapura mencapai US$22 miliar. (SYS)

  • Bagikan
144 views