Operasional 8.500 PLTU Dunia Dipastikan Berakhir Pada 2040

  • Bagikan

Regional.co.id, GLASGOW: Nasib 8.500 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di dunia dipastikan berakhir pada 2030 dan 2040 mendatang seiring dengan ditandatanganinya komitmen dari 190 negara peserta KTT Iklim COP26 yang berakhir kemarin.

Salah satu hasil dari konferensi tersebut adalah menghentikan pembangunan PLTU baru dan menghentikan pengoperasian secara bertahap PLTU di negara-negara maju sampai 2030 dan negara berkembang pada 2040.

Kesepakatan tersebut mengikat 190 negara peserta untuk mulai keluar dari penggunaan bahan bakar batu bara yang dianggap sebagai pencemar berat dan contributor tunggal perubahan iklim.

Komitmen tersebut ditandatangani pada Kamis (03/11) lalu sebagai awal penghentian investasi PLTU baru di dalam dan luar negeri dan mempensiunkan pembangkit batu bara yang sudah ada secara bertahap.

BACA JUGA:   Kepala Otorita IKN Mengundurkan Diri, Jokowi: Pembangunan Jalan Terus!

“Sekarang dunia sudah bergerak ke arah yang benar, menghentikan pembangkit batu bara, dan mulai membangun lingkungan yang bersih dan ekonomi masa depan yang didukung energi yang ramah lingkungan,” ujar Menteri Bisnis dan Energi Inggris, Kwasi Kwarteng, seperti dikutip Reuters, belum lama ini.

Data TransitionZero, lembaga riset perubahan iklim, menyebutkan pada 2030, dunia perlu menghentikan 3.000 PLTU untuk meningkatkan temperature bumi hingga 1,5 derajat Celsius. Sisanya berlanjut hingga 2040.

Menurut data Bloomberg Coal Countdown, total PLTU di dunia saat ini mencapai 6.601 unit, sementara data Wikipedia menyebut pembangkit batu bara dunia saat sudah menyentuh 8.500 unit dengan total listrik yang dihasilkan mencapai 2.000 gigawatt (GW).

BACA JUGA:   Tetap Bangun 200 PLTU Baru, Asia Jadi Sorotan KTT Iklim COP26

China merupakan negara terbesar yang mengoperasikan 1.082 unit PLTU dengan kapasitas hampir 1.000 GW. Sebagai negara terbesar pemasok emisi karbon global, Presiden Xi Jin Ping sebenarnya sudah bertekad mengakhiri operasi PLTU di negara tersebut sampai 2060.

Desakan serupa sudah dimulai oleh PBB yang menyerukan kepada seluruh negara industry dan berkembang untuk menghentikan pengoperasian PLTU secara bertahap pada 2030 dan 2040 serta membatalkan rencana pembangunan dan investasi pembangkit batu bara baru.

Sementara itu data Global Power Database menyebut total pembangkit listrik di dunia saat ini mencapai 30.000 pembangkit yang tersebar di 164 negara yang meliputi pembangkit batu bara, gas, minyak, nuklir, biomassa, dan geothermal, serta pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT).

BACA JUGA:   PLN Catat Kapasitas Listrik Nasional Capai 72,9 GW Per Akhir 2023
  • Bagikan
280 views