Konsorsium Incheon Teken Kerjasama Pengembangan, Hang Nadim Siap Jadi Bandara Modern

  • Bagikan
Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Direktur PT Bandara Internasional Hang Nadim menandatangani kerjasama pengelolaan selama 25 tahun

Regional.co.id, BATAM: Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) menandatangani kerjasama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan PT Bandara Internasional Batam sebagai badan usaha pelaksana yang dibentuk oleh konsorsium PT Angkasa Pura I-Incheon International Airport Corporation (IIAC)-PT Wijaya Karya Tbk sebagai konsorsium pemenang tender Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

Kerjasama pengelolaan tersebut meliputi disain, pembangunan, pembiayaan, pengalihan, pengoperasian, dan pemeliharaan dengan masa konsesi 25 tahun. Konsorsium tersebut akan menginvestasikan dana sebesar Rp6,9 triliun untuk memodernisasi terminal I, pembangunan terminal II, terminal kargo, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan Direktur Utama BUP PT Bandara Internasional Batam Pikri Ilham pada hari ini (21/12). Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto secara virtual, Wakil Kepala BP Batam dan seluruh Deputi BP Batam, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, President and CEO IIAC Kyung-Wook Kim, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. [WIKA] Agung Budi Waskito.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan perjanjian kerjasama ini menandai era baru dalam percepatan pembangunan Bandara Hang Nadim yang kemudian menunjang perkembangan Batam Bintan dan Karimun.

BACA JUGA:   Jembatan Batam Bintan Masuk Tahap Transaksi, PUPR Undang Investor Dengan Skema KPBU

“Peluang ini membuka peluang lalu lintas penerbangan domestic dan internasional melalui pasar Korea Selatan, Tiongkok, Bangkok, dan sekitarnya, termasuk mendukung perjalanan haji umroh dan medorong Batam menjadi hub logistic aerocity,” papar Airlangga.

Penandatanganan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengumuman pemenang seleksi Pengadaaan Badan Usaha Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Maret 2021 lalu, di mana Konsorsium AP I – IIAC – WIKA menjadi pemenang tender seleksi tersebut dan proses seleksi tersebut telah dilakukan secara terbuka sesuai regulasi yang berlaku dan menerapkan prinsip good corporate governance. Sebelumnya, pada Juli 2021 lalu juga telah dilakukan penandatanganan awal kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam antara BP Batam dan Konsorsium AP I – IIAC – WIKA.

Konsesi dilaksanakan dalam waktu 25 tahun dengan ruang lingkup meliputi renovasi, pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang saat ini; Pembangunan, pengelolaan, pemeliharaan terminal penumpang baru (terminal 2); Pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat lainnya, infrastruktur sisi udara, dan Pengelolaan terminal kargo baru.

Sementara itu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi berharap, KPBU Bandara Hang Nadim dapat mengelola bandara secara lebih profesional guna mendukung Batam sebagai hub logistic, yang akan memberikan dampak bagi sektor-sektor lain yang nantinya akan terakumulasi memacu daya saing Batam di kancah internasional, termasuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi Batam dan Indonesia.

BACA JUGA:   China Resmikan Jembatan Baru Sepanjang 25 km Menghubungkan Pulau di Pesisir Timur

“Saya berharap dengan adanya kerja sama ini terdapat manfaat ekonomi bagi Batam yakni  menarik investasi swasta asing maupun domestic untuk pengembangan Bandar Udara HN pada masa mendatang,” ujarnya.

Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam sebagai hub kargo internasional dilakukan dengan upaya menarik trafik kargo dari Amerika dan Eropa agar dapat transit di Batam untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Australia. Selain itu, Bandara Hang Nadim Batam juga dapat menjadi alternatif transit bagi maskapai-maskapai nasional yang akan mengeksplorasi pengoperasian rute khusus kargo dari dan ke China, Jepang, India, Timur Tengah, tanpa harus ke Singapura.

Sementara itu, untuk hub kargo domestik, peran Angkasa Pura I ditopang melalui anak perusahaan yaitu PT Angkasa Pura Logistik yang akan menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai hub kargo untuk rute Sumatera, Jawa, dan wilayah timur Indonesia seperti Balikpapan, Makassar, dan lainnya.

BACA JUGA:   Jembatan Batam-Bintan Diperkirakan Mulai Dibangun Akhir Juni 2024

Sekilas Incheon dan AP I

Selama 2020 lalu, jumlah trafik penumpang di Bandara Internasional Incheon terjun bebas mencapai angka 12 juta penumpang dibandingkan 2019 sebesar 71,1 juta penumpang. Selama periode 2014 – 2019, penumpang melalui bandara terbesar Korea itu meningkat terus dari 45 juta penumpang pada 2014 menjadi 71,1 juta pada 2019.

Berbeda dengan Incheon, PT Angkasa Pura I justru mengalami masa-masa berat dalam beberapa tahun belakangan. Kendati sempat mencapai trafik penumpang sebesar 96,5 juta orang pada 2018, namun tahun berikutnya justru merosot menjadi 81,5 juta penumpang pada 2019, dan semakin terpukul pada 2020 akibat pandemic menjadi 32,7 juta penumpang. Pada 2021 diprediksi penumpang yang melalui 13 bandara dibawah AP I merosot makin dalam menjadi 25 juta penumpang.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wiroatmojo mengatakan kondisi keuangan PT AP I dalam kondisi sulit akibat kemerosotan kinerja perusahaan dipicu oleh pandemic selama 2020 lalu.

“Saat ini AP I mengalami kerugian hingga Rp200 miliar per bulan dengan utang mencapai Rp35 triliun,” ujarnya saat RDP dengan Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu.

Kementerian dan manajemen AP I tengah berupaya melakukan restrukturisasi finansial yang diperkirakan selesai pada 2022 mendatang.

  • Bagikan
189 views