Pemerintah Rilis Rencana Pembangunan Batam New Port, Batu Ampar Jadi Terminal Roro

  • Bagikan
Peta rencana pengembangan Batam New International Port di kawasan Tanjungpinggir, Batam.

Regional.co.id, BATAM: Pemerintah berencana membangun pelabuhan kontainer internasional baru bernama Batam New International Port di kawasan Tanjungpinggir, Sekupang, Batam untuk menggantikan peran Terminal Batu Ampar.

Menurut Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, pelabuhan tersebut dibangun diatas lahan seluas 330 hektar dan direncanakan mulai beroperasi penuh pada 2024 mendatang. Sementara itu, Terminal kontainer dan kargo Batu Ampar kemungkinan besar akan ditutup dan dialihfungsikan sebagai terminal roro dan penumpang umum.

Luhut didampingin Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lahan milik PT Persero Batam (Badan Usaha Milik Negara) di Tanjung Pinggir, Sekupang seluas 94 hektare, Senin (24/01). Lahan tersebut akan dijadikan Pelabuhan Kargo, Kontainer, Liquid Bulk, Bulk Carrier Internasional dengan konsep Green Smart Sea Port.

“Kami merencanakan ini sebenarnya sejak lama, tetapi karena Covid-19 tertunda, setelah covid selesai kita ingin pelabuhan kita efesien,” kata Luhut dalam pernyataan persnya.

Menurut Luhut, jika pelabuhan di Tanjung Pinggir ini selesai pada tahun 2024, maka Pelabuhan Batu Ampar yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan pertama yang juga pusat pelabuhan container dan cargo di Batam akan ditutup, sehingga seluruhnya akan terpusat di pelabuhan baru.

BACA JUGA:   Unjuk Rasa Warga Rempang, Tolak Penggusuran Untuk Proyek Tomy Winata

Luhut mengklaim pelabuhan baru ini akan lebih besar dari kapasitas yang dimiilki Jakarta International Container Terminal (JICT) dan mampu menekan biaya logistik hingga 17% dari angka saat ini yang masih pada level 23%.

“Di Batam ini kami bikin hanya ada dua pelabuhan, yang lain ditutup dalam dua tahun ini, satu ini, kita cari satu lagi mana, apakah kita pakai Kabil untuk keperluan sendiri dan dalam negeri, nanti kita tentukan,” kata Luhut.

Namun soal penutupan Pelabuhan Batu Ampar kemudian diluruskan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bahwa pelabuhan Batu Ampar akan dialihkan fungsinya sebagai pelabuhan Roro dan penumpang umum untuk Kapal milik Pelni.

BACA JUGA:   Menko Perekonomian RI Hadiri Munas VIII HKI

“kita kawal prosesnya cepat. Tidak mesti jika pemerintah yang bangun itu harus dalam masa 5 tahun, kita harapkan sebelum 2024 pelabuhan ini sudah beroperasi,” kata Budi.

Secara teknis, luas daratan tanah milik PT Persero Batam itu memiliki luas 94 hektare, kemudian dilanjutkan penambahan dengan proses reklamasi sehingga luasnya akan menjadi 330 hektare, dengan kedalaman laut di depannya 40 meter telah cukup memadai untuk kedalaman kapal super tanker sekalipun.

Sementara itu Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Persero Batam (BUMN) Djuheri mengatakan, pembangunan pelabuhan baru di Batam sudah dirancang sejak setahun yang lalu atas inisiasi Kemenko Maritim dan Inevstasi karena pelabuhan Batu Ampar sudah tidak bisa lagi dikembangkan.

“Kita ikut ambil bagian pengembangan, ini lahan 105 hekatre ini milik kita. Sebelumnya Kawasan wisata, agar teroptimal, kita berpikir untuk merubah peruntukan yang lebih optimal yaitu membangun pelabuhan yang besar dengan lahan yang luas,” kata Djuheri.

BACA JUGA:   Selama Mudik Lebaran, Lalu Lintas Penerbangan Naik 20%

Menurut Djuheri, secara geografis jarak antara lokasi pelabuhan dengan pelabuhan di Singapura sejauh 25 kilometer, Gedung-gedung pencakar langit di Singapura, seperti Marina Bay Sand (MBS) juga terlihat jelas dari lokasi pelabuhan.

“ini masih inisiasi, akan ada kajian, kemudian perizinan yang diselesaikan, jika sudah clear segera ada kegiatan fisik,” kata Djuheri.

Rencana pemerintah ini bertolakbelakang dengan perencanaan BP Batam yang disampaikan Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam peringatan dua tahun exofficio pada akhir 2021 lalu. Rudi menyatakan akan mengembangkan pelabuhan Batu Ampar sebagai Container Port kelas dunia dengan kapasitas hingga 4 juta TEUs yang diproyeksi akan bersaing dengan Tanjung Pelepas di Malaysia dan Pelabuhan Singapura.

Sementara itu, dalam ekspor Batam New Port tadi siang tidak dijelaskan secara rinci data-data teknis mengenai pelabuhan tersebut. Tidak jelas, apakah pelabuhan ini akan menjadi hub-port untuk kawasan Indonesia Barat atau hanya mengalihkan peran Batu Ampar. (SYS)

  • Bagikan
593 views