Ekonomi Singapura Mulai Bergeliat, Angka Pengangguran Diperkirakan Menurun

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Pemerintah Singapura memperkirakan tingkat pengangguran negara itu akan turun ke tingkat pra-pandemi di bulan-bulan mendatang karena situasi pengangguran terus membaik, dengan perbatasan perlahan dibuka kembali dan pengurangan pengurangan.

Data yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja Singapura menunjukkan tingkat pengangguran awal keseluruhan pada bulan Desember adalah 2,4% dibandingkan dengan 2,5% pada bulan November.

Total lapangan kerja, tidak termasuk pekerja rumah tangga migran, tumbuh sebesar 47.400 pada kuartal keempat, dengan pekerjaan non-residen melihat pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam delapan kuartal, karena negara tersebut melonggarkan pembatasan perbatasan.

“Tingkat pengangguran tahunan 2021 meningkat menjadi 2,6% dari 3,0% pada 2020. Itu masih lebih tinggi dari tingkat 2,3% pada 2019 sebelum pandemi. Angka terakhir akan dirilis pada bulan Maret,” tulis rilis dari kementerian tersebut.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kapasitas Hingga 6,7 Juta TEUs, Batu Ampar butuh US$1,12 Miliar

Pada 2020 lalu, Pemerintah Singapura meluncurkan program Job Growth Incentive sebagai langkah antisipasi menekan laju pengangguran akibat Covid-19 yang menyebabkan ekonomi merosot selama beberapa triwulan.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Sin$1 miliar dan lebih dari 26.000 pengusaha berpartisipasi dalam program tersebut. Hingga akhir 2021 lalu, sekitar 110.000 karyawan lokal baru direkrut di bawah skema Job Growth Incentives tersebut.

Kementerian Tenaga Kerja (MOM) mengatakan bahwa sekitar setengah dari mereka berusia 40 tahun ke atas, pemerintah akan membayar bersama antara 25 dan 50 persen dari S$5.000 pertama dari gaji bulanan kotor pekerja lokal selama 12 bulan.

BACA JUGA:   Banjir di Johor, Empat Korban Tewas dan Merendam 40.000 Rumah

“Dari sekitar 14.000 pemberi kerja yang memenuhi syarat untuk pembayaran di bawah skema pada September tahun lalu, sekitar 80 persen mempertahankan atau memperluas perekrutan lokal mereka pada bulan berikutnya. Pada bulan Oktober saja, lebih dari 11.000 pemberi kerja memenuhi syarat untuk skema tersebut”, demikian rilis dari kementerian.

Mayoritas dari semua pengusaha yang memenuhi syarat mempekerjakan satu hingga dua pekerja lokal, sekitar 20 persen dari pemberi kerja yang memenuhi syarat mempekerjakan lima pekerja lokal atau lebih. Sektor yang paling banyak mempekerjakan dengan dukungan dari skema tersebut termasuk jasa makanan, dengan 17.800 karyawan, perdagangan grosir dengan 9.800 dan jasa profesional dengan 8.400, menurut angka dari MOM. (SYS)

BACA JUGA:   3 Peritel Listrik Berhenti, SP Group Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik Di Singapura
  • Bagikan
182 views