Terdampak Pandemi, Hotel Harmoni Batam Tutup!

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Satu lagi hotel di Kota Batam gulung tikar. Manajemen Hotel Harmoni Batam yang berada di kawasan perdagangan Nagoya memutuskan untuk tutup pada 13 Februari 2022 mendatang karena tidak sanggup lagi menanggung beban operasional.

Pandemi Covid-19 yang melanda kawasan ini sejak 2020 lalu telah menghantam sektor pariwisata yang disebabkan merosotnya arus kunjungan wisatawan asing. Akibatnya, hotel-hotel di kota ini mulai berguguran.

Hotel Harmoni Batam merupakan satu dari 22 hotel lainnya di Batam yang tutup dan berencana untuk dijual kepada investor. Belum diketahui apakah Hotel Harmoni juga akan dijual kepada pemodal baru.

Penutupan hotel tersebut sudah dapat diprediksi mengingat dampak pandemi masih terasa hingga hari ini. Rencana pembukaan perbatasan bagi lalu lintas turis dari Singapura dan Malaysia belum bisa diwujudkan karena kedua negara juga masih terus berjibaku dengan penanganan virus yang makin menggila.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisman ke Batam Melonjak 105,68%, BPS: Didominasi Turis Singapura!

Rencana Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menerapkan travel bubble bagi turis asing ke kawasan Nongsa (Batam) dan Lagoi (Bintan) belum sepenuhnya berjalan lancar karena terhambat aturan keimigrasian dan protokol kesehatan.

Praktis pengelola hotel di Batam dan Bintan berharap dari kunjungan turis domestik baik dari internal Batam Bintan maupun pendatang dari daerah lain, terutama saat hari libur. Namun, beban operasional belum sepenuhnya mampu ditutupi karena okupansi hotel terelisasi pada momen tertentu saja.

Fenomena Hotel Dijual

Penelusuran yang dilakukan tim riset Regional Economics and Investment Updates mengungkap beberapa hotel terpaksa melego asetnya melalui situs penjualan property, salah satunya situs property online 99.co dan lamudi.com.

BACA JUGA:   Catat! Kapal Pesiar Genting Dream Cruises Singgahi Batam Bintan mulai 1 Juli

Ada sekitar 21 bangunan hotel yang ditawarkan dalam situs tersebut. Contoh, Hotel G di daerah Batu Ampar dijual Rp110 miliar. Bangunan 6 lantai ini memiliki jumlah kamar 160 unit dengan luas tanah sekitar 7.700 meter persegi. Selanjutnya Hotel Bintang 4 di Nagoya dilepas dengan harga Rp300 miliar dengan 263 unit kamar. Ada lagi Hotel Bintang 4 di Batam Centre memiliki 9 lantai dan 511 kamar dijual Rp350 miliar.

Yang paling mahal adalah Hotel R di pusat kota Batam dijual dengan harga Rp1 triliun. Hotel dengan 14 lantai ini memiliki 230 unit kamar dan fasilitas lengkap. Tidak hanya hotel besar, beberapa hotel kecil pun turut dijual dengan kisaran harga Rp25-Rp40 miliar. Kemudian ada juga resort di Barelang dengan 65 unit vila dijual dengan harga Rp165 miliar.

BACA JUGA:   Tidak Ada Pembatalan Travel Bubble, Kepri Siap Sambut Turis Asing

Tidak hanya hotel yang sudah jadi, ada juga hotel yang sedang tahap pembangunan juga dijual disitus tersebut. Hotel N yang kini dalam penyelesaian pembangunan lantai 14 dijual Rp140 miliar. Hotel ini rencananya memiliki 192 kamar dan diperkirakan selesai pembangunan pada akhir Desemer 2021.

  • Bagikan
222 views