SunCable Raih Pembiayaan Seri-B senilai AUS$210 Juta Untuk Proyek Australia-Asia Powerlink

  • Bagikan

Regional.co.id, SYDNEY: Rencana SunCable untuk membangun megaproyek Australia-Asia Powerlink bakal segera terwujud setelah perusahaan penyedia energi tersebut berhasil meraih pembiayaan Serie B senilai AUS$210 Juta atau setara Rp2,2 triliun dari Grok Ventures dan Squadron Energy.

Australia-Asia Powerlink merupakan megaproyek pembangunan solar panel terbesar di dunia berpusat di Darwin, Australia dengan total luas lahan mencapai 12.000 hektar. Energi listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 17-20 gigawatt-peak dan 36-42 GWh energy storage system yang akan ditransmisikan melalui kabel interkoneksi bawah laut sepanjang 4.200 kilometer (sebagian melintas melalui perairan Indonesia).

David Griffin, CEO SunCable, mengatakan keberhasilan meraih pendanaan baru tersebut akan membantu rencana perusahaan untuk merealisasikan proyek AA-Powerlink dan membuat lompatan besar dalam penyediaan energi baru terbarukan.

BACA JUGA:   Ekspor Listrik Ke Singapura Tahun 2025, PLN Batam-SembCorp Kucurkan Investasi Rp11 Triliun

“Selama empat tahun ini kami sudah membuat pencapaian yang signifikan dalam membangun kapabilitas perusahaan. Dukungan seluruh pemegang saham juga memacu kami untuk mencapai misi perusahaan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Regional Newsroom, belum lama ini.

David menambahkan sejauh ini perusahaan mendapat dukungan dari investor, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat setempat di mana perusahaan beroperasi sehingga proyek itu dapat terwujud tepat pada waktunya.

Sementara itu, Andrew Forrest, Chairman Tattarang Pty. Ltd (induk perusahaan Squadron Energy), mengatakan visi SunCable akan mengubah kemampuan Australia untuk menjadi penghasil dan pengekspor energi terbarukan terkemuka di dunia.

BACA JUGA:   Kejar Target, Otorita IKN Grounbreaking Proyek Tahap 4

“Saya bangga menjadi investor di SunCable beserta timnya dan visinya. Peningkatan modal ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan Australia-Asia PowerLink dan saya memuji Sun Cable yang akan mewujudkan misi ini,” ujarnya.

Mike Cannon-Brookes, Principal Grok Ventures, mengatakan, pembiayaan ini akan membawa Australia selangkah lebih dekat untuk mewujudkan potensi ekspor energi terbarukan dan mendukung energi dunia melalui energi bersih.

“Saya yakin SunCable mampu mewujudkan itu dan proyek ini merupakan cetak biru dalam memulai ekspor energi ke seluruh dunia dan kami mendukung pendukung penuh visi tersebut,” paparnya.

Australia-Asia Powerlink bisa jadi merupakan proyek infrastruktur energi terbesar dalam sejarah dengan nilai investasi mencapai US$22 miliar atau setara Rp316,8 triliun yang diperkirakan selesai pada 2027 mendatang.

BACA JUGA:   Pelindo Rilis Logo Baru, Ini Maknanya!

Proyek ini dibangun untuk memasok kebutuhan energi di Singapura yang diperkirakan mencapai 4 GW pada 2035 mendatang. Suplai energi tersebut dilakukan secara bertahap mulai 2027 sebesar 1,2 GW dan 2,8 GW pada 2035.

Selain untuk pasar Singapura, energi bersih yang dihasilkan dari proyek AA-Powerlink juga akan didistribusikan untuk pasar Australia dan Indonesia. (SYS)

  • Bagikan
180 views