Ekonomi Malaysia 2022 Diprediksi Makin Kuat pada Level 6%

  • Bagikan
Warga Kuala Lumpur beraktivitas di depan menara kembar Petronas Tower. Ekonomi negara tersebut diprediksi tumbuh 6% pada 2022 seiring makin menguatnya permintaan domestik dan global.

Regional.co.id, KUALA LUMPUR: Asean+3 Macroeconomic Research Office (Amro) memprediksi ekonomi Malaysia pada 2022 ini akan semakin kuat pada level 6% seiring dengan makin terkendalinya penyebaran virus Covid-19 varian Delta sejak kuartal tiga tahun lalu.

Dalam keterangan resminya, Amro mengatakan negara ini juga masih terus berupaya mengantisipasi penyebaran varian Omicron namun keberhasilan vaksinasi yang mencapai 80% populasi diharapkan mampu memperkuat kekebalan masyarakat terhadap virus.

Tim Riset Amro dipimpin pakar ekonomi Sumio Ishikawa, Direktur Toshinori Doi, Chief Economist Hoe Ee Khor. Mereka diundang oleh pemerintah dalam membahas proyeksi ekonomi tahunan.

BACA JUGA:   Pasca Integrasi, Pelindo Jadi Operator Terminal Terbesar No. 8 di Dunia

Diskusi tersebut fokus pada pengembangan dan resiko ekonomi Malaysia saat ini termasuk upaya pemulihan, dukungan kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi puncak pandemi, dan berbagai pertimbangan untuk memulai transisi ekonomi menuju fase endemi Covid-19.

“Harapan kami ekonomi Malaysia tumbuh 6% pada 2022 ini dibandingkan 2021 sebesar 3,1%. Tahun ini pertumbuhan didorong oleh membaiknya permintaan domestik, seiring aktivitas ekonomi dan sosial yang mulai bergerak,” ujar Ishikawa.

Pada saat bersamaan, lanjutnya, permintaan global mendorong peningkatan aktivitas ekspor industri manufaktur dan pengolahan yang ada sehingga kapasitas produksi turut tumbuh.

Laporan Amro menunjukkan momentum pertumbuhan pada 2022 ini sebagai efek dari berakhirnya pembatasan sosial pada akhir 2021 lalu oleh pemerintah Malaysia. Ini bisa dilihat dari ekonomi kuartal akhir 2021 yang tumbuh 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:   3 Peritel Listrik Berhenti, SP Group Jamin Tidak Ada Pemadaman Listrik Di Singapura

“Walaupun pertumbuhan sempat tertahan akibat banjir pada akhir Desember 2021, namun kondisi tersebut tidak menghalangi sektor unggulan untuk melanjutkan pertumbuhan pada awal kuartal 2022 ini,” tulis laporan tersebut. (SYS)

  • Bagikan
156 views