Kebutuhan Listrik Nongsa Digital Park Diperkirakan Capai 449 MW Pada 2030

  • Bagikan
Maket bangunan pusat data centre milik DC First asal Singapore di kawasan Nongsa Digital Park, Batam

Regional.co.id, BATAM: Kebutuhan listrik di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park (NDP), Batam diperkirakan mencapai 449 megawatt pada 2030 mendatang seiring dengan pertambahan tenant pengelola data centre.

Nyoman S. Astawa, Direktur Utama PT Bright PLN Batam, menyebutkan tingginya kebutuhan listrik di KEK NDP menunjukkan potensi permintaan jangka panjang di kawasan tersebut.

“Proyeksi kebutuhan listrik di NDP dalam delapan tahun sebesar 449 MW hampir setara dengan pelayanan listrik di Pulau Batam selama 20 tahun,” ujarnya dalam Webinar Regional Energy Outlook 2022: The Sustainable Energy, Prospect and Challenges, yang digelar portal berita Regional Newsroom kemarin, (Rabu, 13/04).

BACA JUGA:   Menanti Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Bisnis data centre memang diketahui membutuhkan pasokan energi sangat besar untuk menopang kehandalan pelayanan data. Proyeksi tersebut dibuat oleh pengelola data centre dan NDP sebagai bahan bagi PLN Batam dalam perencanaan pengembangan pasokan energi pada masa datang.

Pada November 2021 lalu, Global Data Solution (GDS) Ltd, asal China telah menandatangani perjanjian definitif dengan pengelola Nongsa Digital Park dalam rencana pembangunan pusat data berkapasitas 28 megawatt di atas lahan 10.000 meter persegi atau kurang lebih satu hektar.

Sebelumnya, pada Oktober 2021, Data Centre First asal Singapura juga telah lebih dulu memastikan rencana investasi pusat data di NDP dengan investasi senilai US$40 juta untuk fase pertama Nongsa One DC Campus dengan kapasitas 30 MW di atas lahan 25.700 meter persegi. Proyek tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada awal 2023 mendatang.

BACA JUGA:   Pemadaman Listrik Masih Berlanjut, Ini Lokasinya!
  • Bagikan
390 views