Hore! Pemerintah Hapus Kewajiban Tes Antigen Untuk Anak Usia 6-17 Tahun

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Pemerintah memutuskan untuk menghapus ketentuan tes antigen bagi anak usia 6-17 tahun yang ingin melakukan perjalanan luar kota, dengan syarat harus sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Suharyanto berlaku mulai hari ini, Selasa (19 April 2022).

Adendum aturan dalam SE tersebut berbunyi “pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dengan moda transportasi udaha, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antara kota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan PPDN dengan usia 6-17 tahun dan telah menerima vaksin dosis kedua dikecualikan terhadap kewajiban menunjukkan hasil negatif rapid test antigen namun wajib melampirkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua.”

BACA JUGA:   Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di Singapura, Lebih Tinggi Dibanding 2020

Ketentuan baru tersebut memberikan kemudahan bagi warga yang ingin melakukan perjalanan luar kota atau mudik lebaran mendatang terutama bagi anak-anak yang belum bisa mendapatkan vaksin booster.

“Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 19 April 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan,” demikian tulis SE tersebut.

Sementara itu bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), Satgas juga mengeluarkan SE baru dengan menambahkan pintu masuk (entry point) yaitu untuk pelabuhan laut meliputi Tanjung Benoa, Bali; Batam, Bintan, Tanjungpinang, Tarempa, dan Tanjung Balai Karimun di Kepri; Nunukan, Kalimantan Utara; dan Dumai, Riau.

BACA JUGA:   PPKM Dicabut, Jokowi: Harus Tetap Waspada dan Hati-Hati!

Kemudian, khusus PPLN asal Singapura yang telah menetap di Singapura selama minimal 14 hari terakhir dan masuk melalui entry point di Provinsi Kepri serta telah menerima vaksin dosis kedua atau dosis ketiga diberlakukan ketentuan:

  1. Menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  2. menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 2×24 jam sebelum keberangkatan dan dilampirkan saat pemeriksaan kesehatan.

  • Bagikan
156 views