Konsorsium Quantum Power Asia – ibVogt Berminat Bangun PLTS 3,5 GW Senilai Rp71,8 Triliun di Kepri

  • Bagikan
Penandatangan nota kesepahaman antara Quantum Power Asia - ib Vogt dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka pengembangan PLTS berkapasitas 3,5 gigawatt senilai Rp71,8 triliun di Singapura, hari ini (19/4).

Regional.co.id, SINGAPURA: Konsorsium perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga surya Quantum Power Asia dan ib Vogt berencana membangun fasilitas solar panel berkapasitas 3,5 gigawatt termasuk sistem penyimpanan senilai US$5 miliar atau setara Rp71,8 triliun di wilayah Kepulauan Riau.

Rencana tersebut tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Quantum Power Asia – ib Vogt dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan disaksikan Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo di Singapura, hari ini (19/04).

Keseluruhan energi yang dihasilkan dari pembangkit tenaga surya tersebut akan diekspor ke Singapura sebagai bagian dari pemenuhan rencana jangka menengah negara untuk memasok listrik yang berasal dari energi baru terbarukan sebesar 1,7 GW pada 2027 untuk tahap pertama.

BACA JUGA:   PLN Cari Mitra Strategis Tawarkan 2 Proyek PLTS Terapung Kapasitas 200 MW

Untuk menghasilkan energi listrik sebesar 3,5 GW tersebut, Quantum Power Asia dan ib Vogt berencana membangun fasilitas solar panel di areal seluas 4.000 hektar di Kepulauan Riau dengan kapasitas penyimpanan (storage capacity) mencapai 12 GWh.

Proyek tersebut merupakan tindaklanjut dari request for proposal (RfP) oleh Energy Market Authority (EMA) Singapore kepada importir listrik untuk memasok energi berbasis energi terbarukan. Proyek tersebut direncanakan selesai dan memasuki tahap commisioning pada 2032 diharapkan mampu memenuhi kebutuhan 8% listrik Singapura per tahun.

Baik Quantum Power dan ib Vogt merupakan dua perusahaan global yang memiliki kompetensi dalam pembangunan PLTS. Ib Vogt, perusahaan yang berbasis di Jerman memiliki kantor perwakilan di 40 negara dan telah mengoperasikan 2,2 GWh proyek PLTS dari total 40 GWp proyek yang masuk dalam perencanaan.

BACA JUGA:   Capai Target Energi Bersih, Asean Perlu Investasi US$27 Miliar per Tahun

ib Vogt juga tercatat sebagai satu dari 25 importir yang menjadi mitra EMA dalam pengadaan impor energi pada 2027 mendatang.

“Proyek ini bernilai US$5 miliar dan akan membuka kesempatan bagi 30.000 lapangan kerja di Indonesia. Kami optimis akan sukses mendapatkan lisensi untuk memasok listrik ke Singapura dan berkontribusi dalam pengurangan gas karbon,” ujar CEO dan Managing Director Quantum Power Asia Simon G. Bell.

Sementara itu CEO ib Vogt Anton Milner menambahkan rencana tersebut akan menjadi proyek landmark secara global dan pihaknya berkeyakinan dapat melengkapi proposal kepada EMA dan menciptakan nilai tambah bagi kedua negara.

BACA JUGA:   Singapura-Laos Capai Kesepakatan Ujicoba Impor Listrik EBT 100 Megawatt
  • Bagikan
223 views