Tahan Adik Indra Kenz, Bareskrim Telusuri Dugaan Pencucian Uang Dalam Kasus Binomo

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Bareskrim Polri semakin intensif menelusuri keterlibatan keluarga Indra Kenz atas kasus dugaan pencucian uang dalam penipuan investasi binary option melalui aplikasi Binomo. Kepolisian bahkan telah menahan Nathania Kesuma, adik Indra Kenz untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan mengungkap adik Indra Kenz memiliki tiga peran yang membuatnya ikut terseret dalam perkara ini yaitu salah satu peran adik Indra Kenz adalah memiliki akun kripto bersama.

“Tersangka Indra Kesuma membuat akun kripto di Indodax bersama tersangka Nathania Kesuma dan terdapat aset kripto sekitar Rp 35 miliar dari tersangka Indra Kesuma,” kata Whisnu kepada wartawan di Jakarta.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisman ke Batam Melonjak 105,68%, BPS: Didominasi Turis Singapura!

Kedua, adik Indra Kenz menerima aliran dana dari sang kakak sebesar Rp 9,4 miliar. Ketiga, rumah atas nama Nathania di Medan yang dibeli Indra Kenz.  Atas perannya tersebut, menurut Whisnu, tersangka Nathania dipersangkakan dengan Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juchto Pasal 55 ayat 1 KUHP. “Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar,” katanya.

Sebelum dilakukan penahanan, penyidik terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap Nathania Kesuma sebagai tersangka. Nathania tiba di Bareskrim Polri, Rabu (20/4) dan dilakukan pemeriksaan mulai pukul 14.15 WIB. Adapun setelah pemeriksaan, penyidik melakukan dan penahanan terhadap tersangka. Nathania ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Bareskrim Polri. Penahanan Nathania menyusul penahanan yang telah dilakukan terhadap Vanessa Khong, pacar Indra Kenz dan ayahnya Rudiyanto Pei, pada Rabu (20/4).

BACA JUGA:   Elektabilitas Terbaru Anies-Prabowo-Ganjar dari Berbagai Lembaga Survei

  • Bagikan
89 views