Gesa Pembangunan Infrastruktur, KI Tenayan Butuh Rp3,4 Triliun

  • Bagikan
Kawasan Industri Tenayan yang berada di Pekanbaru butuh sentuhan investor untuk mengembangan sarana infrastruktur dasar.

Regional.co.id, PEKANBARU: Kawasan Industri Tenayan di Pekanbaru membutuhkan dana pengembangan hingga Rp3,4 triliun untuk membangun infrastruktur di dalam dan luar kawasan.

Heri Susanto, Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru, selaku pengelola Kawasan Industri Tenayan, memaparkan permasalahan utama pengembangan kawasan tersebut adalah keterbatasan dana untuk percepatan pembangunan sarana prasarana.

“Ini salah satu masalah yang kami hadapi. Kami membutuhkan dana pengembangan sarana prasarana dalam dan luar kawasan sekitar Rp3,4 triliun. Jumlah yang besar, dan tidak mungkin bisa dianggarkan oleh daerah,” ujarnya dalam RegionalTalk-Live Interview yang dilaksanakan tadi pagi (Rabu, 27/04).

Heri merinci kebutuhan dana sebesar itu diantaranya sekitar Rp1,3 triliun – 1,7 triliun dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar dalam kawasan seperti pematangan lahan, membangun jalan, drainase, pengolahan limbah, jaringan listrik dan telekomunikasi.

BACA JUGA:   Kembangkan Destinasi Kesehatan dan Wisata, KEK Kura-Kura Bali Butuh Investasi Rp104 Triliun

Sedangkan sekitar Rp1,7 triliun lagi digunakan untuk membangun akses konektivitas jalan luar kawasan yang terintegrasi dengan jaringan jalan tol dan jalan lintas yang ada.

“Tujuan kami membangun konektivitas dengan akses jalan luar kawasan ini agar akses lalu lintas barang dan logistik dari dan ke kawasan Tenayan bisa berjalan lancar,” kata Heri.

Beberapa upaya telah dilakukan oleh pengelola Tenayan, seperti menjajaki kerjasama operasi (KSO) dengan investor dari China, mulai menjajaki calon tenan yang ingin beroperasi dalam kawasan, dan mengoptimalkan peran serta pemerintah pusat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN).

Saat ini, Kawasan Industri Tenayan memiliki areal lahan seluas 266 hektar yang berstatus lahan HPL, rencananya pengelola akan memperluas lahan menjadi 1.500 hektar. Dua pembangkit sudah beroperasi di dalam kawasan yaitu pembangkit uap 2×110 MW dan gas 275 MW dengan total kapasitas gabungan mencapai 500 MW, dan sekitar 50 MW sudah disepakati untuk disalurkan ke Tenayan.

BACA JUGA:   Barang Konsumsi Asal Batam Dilarang ke Luar Daerah Pabean, Pengusaha Importir Mengeluh
  • Bagikan
236 views