Gurin Energy Berminat Bangun PLTS Kapasitas 2 GW di Karimun

  • Bagikan
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Manajemen Gurin Energy Pte. Ltd melakukan penandatangan nota kesepahaman dalam pembangunan PLTS di Kabupaten Karimun berkapasitas 2 GW, di Tanjungpinang, kemarin (Jumat, 29/04)

Regional.co.id, TANJUNGPINANG: Gurin Energy Ltd, sebuah perusahaan penyedia pembangkit energi baru terbarukan asal Singapura, menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2.000 megawatt atau 2 gigawatt di Kabupaten Karimun.

Pembangunan PLTS raksasa tersebut merupakan tindaklanjut dari permintaan pemerintah Singapura untuk memasok energi baru terbarukan dari sekitar negara itu dalam dua fase yaitu fase pertama sebesar 1,2 GW pada 2027 dan 2,8 GW pada 2030 dengan total 4 GW.

“Investasi kami sebesar 80% pada tahap pertama akan masuk ke Kepri dan dalam empat tahun ke dean akan ada banyak pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan listrik Singapura,” ujar Assaad W. Razzouk, CEO Gurin Energy, usai beraudiensi dengan Gubernur Kepri di Tanjungpinang, kemarin (Jumat, 29/04).

BACA JUGA:   Luar Biasa! 40% Cadangan Panas Bumi Dunia Ada di RI

Gurin Energy Pte Ltd berbasis di Singapore yang memiliki lini bisnis inti berupa pengembangan EBT, fokus dalam kepemilikan dan operasional pembangkit angin dan surya 2021.

Perusahaan tersebu t lahir pada 2021 oleh tiga orang pendiri yaitu Assadd W. Razzouk (mantan eksekutif pada Sindicatum Renewable Energy), Robert Driscook, dan Michael Boardman.

Gurin didukung oleh Infratil Limited (IFT), perusahaan perdagangan energi dan investasi infrastrultur yang memilik pengalaman dalam energi terbarukan dengan total aset lebih dari NZ$6,5 miliar.

Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menegaskan dukungan pihaknya dalam kelancaran investasi energi baru terbarukan di wilayah Kepri.

BACA JUGA:   Konsorsium Quantum Power Asia - ibVogt Berminat Bangun PLTS 3,5 GW Senilai Rp71,8 Triliun di Kepri

“Langkah selanjutnya komunikasi dan koordinasi urusan lahan dengan Bupati, kemudian di ekspose. Jangan sampai ada tumpang tindih. Umpamanya kawasan tersebut tidak memungkinkan bisa mencari alternatif lain” kata Gubernur.

Kepri memang menjadi primadona bagi investor PLTS dari Singapura karena selain wilayahnya yang dekat, juga masih ada ketersediaan lahan untuk dikembangkan sebagai ladang solar panel. Beberapa minggu sebelumnya, proyek PLTS lain yang diekspos meliputi rencana Quantum Power Asia dan ib Vogt yang hendak membangun PLTS raksasa di Bintan, diikuti rencana Sunseap Group yang akan memanfaatkan 3.000 hektar juga di Bintan untuk kapasitas pembangkit solar 2 GW.

BACA JUGA:   PLN Cari Mitra Strategis Tawarkan 2 Proyek PLTS Terapung Kapasitas 200 MW

  • Bagikan
627 views