Masuk ke Indonesia Masih Ribet, Kadin Batam Desak Pemerintah Cabut Ketentuan Tes PCR

  • Bagikan
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno saat tampil dalam sebuah acara pariwisata di Batam beberapa waktu lalu. Kadin Batam akan menyurati pemerintah untuk menghapus kewajiban tes PCR saat masuk Indonesia.

Regional.co.id, BATAM: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam mendesak pemerintah agar mencabut ketentuan wajib tes PCR bagi turis yang masuk Batam melalui angkutan laut karena dinilai menyusahkan.

Jadi Rajagukguk, Ketua Kadin Kota Batam, menegaskan pihaknya sudah menerima banyak laporan terkait ketentuan wajib PCR bagi turis yang mau masuk ke Batam melalui jalur laut.

“Kondisi ini menyusahkan turis, karena pihak Malaysia dan Singapura justru saat ini sudah membebaskan warga Indonesia yang datang dari kewajiban tes PCR maupun antigen. Mereka sudah sangat siap menuju endemi Covid-19 dibandingkan kita,” ujarnya kepada Regional Newsroom, hari ini (Jumat, 13/05).

BACA JUGA:   Pemerintah Larang Turis Singapura Masuk RI

Jadi mengaku telah menyampaikan permasalahan ini kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan menghubungi langsung Menteri Sandiaga Uno agar pemerintah segera mengambil kebijakan atau diskresi terhadap ketentuan PCR ini.

Dia mengkhawatirkan ketentuan ini justru tidak kondusif dalam mengangkat sektor pariwisata yang sudah terpuruk karena Covid-19 karena pada saat yang sama pihak Singapura dan Malaysia sudah memberi kelonggaran bagi pendatang dari Indonesia yang ingin berwisata ke negara mereka.

Ketentuan wajib PCR bagi pelaku perjalanan dari Singapura dan Malaysia ini diberlakukan 2×24 jam atau dua hari sebelum check-in. Penumpang wajib melampirkan bukti hasil tes negatif saat melapor ke konter pembelian tiket.

BACA JUGA:   Resmikan Tourism Creativity Centre di Danau Toba, Sandiaga Kejar Target 4,4 Juta Lapangan Kerja

Ketika sampai di terminal tujuan di Batam, penumpang wajib mengisi form yang diberikan oleh petugas kapal dan menunjukkan sertifikat vaksin lengkap serta bukti hasil tes negatif Covid-19.

Untuk mencari solusi mengenai keadaan ini, Kadin Kota Batam berencana menggelar focus group discussion (FGD) bersama pemangku kebijakan di kota ini agar masalah ini bisa didengar dan tersampaikan kepada pemerintah dan instansi terkait.

“Rencananya kami akan mengundang Menparekraf Sandiaga Uno sebagai keynote speaker, dan para narasumber dari Kadin Batam dan BP Batam agar masalah ini bisa dicarikan solusi secepatnya. Kami juga akan mengundang para pelaku pariwisata untuk menyampaikan kondisi di lapangan,” kata Jadi.

BACA JUGA:   Mau Jalan-Jalan Ke Jepang Tanpa Visa, Simak Cara Berikut!

Pariwisata Batam memang terpuruk selama dua tahun terakhir ini karena Covid-19. Pengelola hotel, terminal fery, dan pemilik kapal merupakan pihak yang paling terdampak dan merasakan beratnya kondisi selama masa pandemi.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pelaku pariwisata di Malaysia dan Singapura sehingga pada 2022 ini, kebijakan masing-masing pemerintah untuk melonggarkan arus masuk turis di perbatasan diharapkan dapat mendorong kebangkitan sektor ini.

  • Bagikan
286 views