Bertemu CEO Air Products, Presiden Jokowi Desak Realisasi Investasi US$15 Miliar

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo dan CEO Air Product Sheifi Ghasemi bertemu untuk membahas kelanjutan investasi perusahaan asal AS tersebut di Indonesia senilai US$15 miliar. Pertemuan itu dilaksanakan disela kunjungan Jokowi pada KTT Asean-AS di Washington DC, 12-13 Mei lalu.

Regional.co.id, WASHINGTON DC: Presiden Joko Widodo bertemu dengan CEO Air Products & Chemicals Seifi Ghasemi di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis, 12 Mei 2022 lalu untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) investasi di sektor gasifikasi batu bara dan turunannya di Indonesia senilai US$ 15 miliar atau setara dengan Rp 219,5 triliun.

“Saya ingin investasi itu segera terealisasi. Saya telah melakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME (dimethyl ether) di Bukit Asam. Saya berharap rencana investasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” kata Jokowi, di sela kunjungan KTT Asean-AS, Kamis, 12 Mei lalu.

BACA JUGA:   Peru Membara, 42 Warga Tewas Dalam Aksi Unjuk Rasa

Menteri Investasi Bahli Lahadalia mengatakan Air Products telah merealisasikan tahap pertama investasi sebesar US$ 7 miliar atau Rp 102,4 triliun berupa proyek DME metanol di Balongan.

Selain itu, Air Products berencana membangun industri metanol di Cepu. Sisanya, perusahaan akan merealisasikan investasi untuk proyek hidrogen dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia.

Bahlil menyebut Air Products berencana membangun hilirisasi industri di bidang petrokimia. “Saya pikir pertemuan hari ini dengan Bapak Presiden dengan Pak Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu, melainkan sudah merata,” ujarnya.

Air Products & Chemicals merupakan perusahaan pengolahan gas dan kimia asal Amerika yang berdiri sejak 1940. Pada 4 November 2021, perusahaan itu telah menandatangani MoU menggandeng BUMN dan perusahaan nasional untuk empat proyek. Kerja sama ini mencakup proyek batu bara menjadi DME bersama PT Indira Energy Tbk dan proyek gas alam menjadi amonia biru dengan PT Butonas Petrochemical Indonesia.

BACA JUGA:   Kabur Ke Singapura, Presiden Sri Lanka Rajapaksa Batal Mengundurkan Diri

Kemudian, proyek batu bara menjadi DME dengan PT Batulicin Enam Sembilan dan proyek gasifikasi batu bara untuk produksi metanol dengan PT Bukti Asam. Salah satu realisasi investasi itu telah diawali dengan prosesi peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Muara Enim, Sumatera Selatan, pada 24 Januari 2022.

  • Bagikan
92 views