Tren Konsumsi Kopi Meningkat, Bisnis CoffeeShop Kian Menjamur

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Kopi bukan hanya sebagai komoditas, tapi juga menjadi dari bagian gaya hidup. Kopi Kenangan, salah satu startup minuman kopi yang berhasil merebut hati pasar. Wajar saja Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan baru seri C tahap pertama sebesar Rp1,3 triliun dan menjadi Unicorn.

Seperti dikatakan Pengamat Marketing Yuswohady, Kopi Kenangan sukses merebut hati milenial sebagai core target customer-nya. Ia juga melihat Kopi Kenangan jeli menunggangi tren “third wave” kopi yg marak terjadi 5 thn terakhir. Dunia kopi bergerak dari “first wave” (era kopi instan), “second wave” (era kedai kopi moderen ala Starbucks) dan “third wave” (era kopi specialty).

Selain Kopi Kenangan, beberapa tahun terakhir memang terjadi tren bisnis kedai kopi di Indonesia. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah kedai kopi di Indonesia. Menurut data riset yang dikeluarkan oleh Toffin yang mencakup kedai-kedai moderen (kedai di kota besar, tidak termasuk kedai kopitiam), jumlah kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2.950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1.000.

BACA JUGA:   Ternyata Ini Penyebab Harga Mobil Listrik Masih Mahal!

Pertumbuhan kedai-kedai kopi berbanding lurus dengan pertumbuhan konsumsi kopi nasional Menurut data Kementerian Pertanian, diproyeksikan bahwa terjadi peningkatan konsumsi kopi Nasional. Data pada 2016 menunjukkan jumlah konsumsi kopi nasional sebesar 249,8 ribu ton. Konsumsi kopi domestik saat ini tumbuh sekitar 13,9% per tahun, melebihi konsumsi dunia 8%.

Hari ini, bisnis warung kopi (coffeeshop) makin menjamur dan menawarkan beragam konsep yang menarik. Pemilik bisnis coffeeshop semakin jeli membaca peluang pasar dan selera konsumennya.

Contohnya di Batam. Warung kopi saat ini tidak lagi harus berada di pusat keramaian atau di pusat perbelanjaan, tapi di lokasi-lokasi yang jauh dari pemukiman namun memiliki suasana pemandangan yang asri seperti di pinggir danau atau di pinggir laut.

BACA JUGA:   Keren! Dua Artis Terbaik Asia Rebut Piala Oscar

Beberapa coffeshop yang recommended untuk jadi pilihan tongkrongan setiap akhir pekan bisa dilihat melalui lini masa media sosial seperti Kasta, LakeSide, Level-Up yang berada di pinggir danau di daerah Bengkong, Batam, atau Underground dan Tepi Laut yang memang berada di pinggir laut.

Selain pilihan nongkrong bareng keluarga atau teman di cafe nuansa laut dan danau, di Batam juga banyak pilihan coffeshop di dalam ruangan. Ada beberapa nama coffeeshop franchise yang asyik buat nongkrong seperti Starbuck, Fore, Kopi Kenangan, dan Janji Jiwa.

Untuk warung kopi lokal yang juga ramai jadi tempat hang out ada Hear Coffe, Rimbun, Hobbies, KopiTuju, AnkaraCoffee, Kata, dan lain-lain.

BACA JUGA:   Mau Memulai Bisnis CoffeeShop? Catat 11 Langkah Ini!

Bisnis warung kopi dipastikan akan terus menjamur seiring meningkatnya permintaan konsumen. Kebutuhan konsumen saat ini tidak lagi sebatas minum kopi saja, tapi lebih dari itu tempat menenangkan hati dan bercengkrama dengan rekan dan keluarga.

So, jika anda tertarik untuk berbisnis coffeshop, anda bisa mulai pikirkan konsep yang menarik agar warkop anda memiliki value dan uniqueness dibandingkan coffeshop lain. Soal modal, relatif tergantung konsep yang ingin anda usung.

Dan yang terpenting, manfaatkan digital marketing untuk memperkenalkan bisnis anda kepada khalayak ramai. Hari ini, jualan melalui platform digital sangat efektif menjangkau target market khususnya anak muda.

Have a nice day!

  • Bagikan
3,279 views