Malaysia Stop Ekspor Ayam, Singapura Terancam!

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Rencana penghentian ekspor ayam oleh Pemerintah Malaysia per 1 Juni mendatang membuat Singapura terancam.

Singapore Food Agency mengatakan bahwa sekitar 34 persen impor ayam Singapura pada tahun 2021 berasal dari Malaysia. Hampir semuanya diimpor sebagai ayam hidup yang dipotong dan didinginkan di Singapura. Sumber utama ayam lainnya termasuk Brasil (49 persen) dan Amerika Serikat (12 persen).

SFA mengatakan sedang memantau dengan cermat situasi impor dari Malaysia dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, seperti importir untuk meminimalkan dampak pada pasokan ayam.

“Misalnya, mereka akan mengaktifkan rantai pasokan mereka untuk meningkatkan impor ayam dingin dari sumber alternatif, meningkatkan impor ayam beku dari pemasok non-Malaysia yang ada, atau mengambil stok unggas mereka,” kata SFA dalam akun facebook-nya dikutip dari channelnewsasia.

“Akan sulit bagi kami menemukan pasokan dari negara lain dalam waktu singkat.”

Ma Chin Chew, Secretary of Singapore’s Poultry Merchants’ Association

Namun, sekretaris Asosiasi Pedagang Unggas Singapura Ma Chin Chew mengatakan kepada CNA bahwa akan ada penundaan bahkan jika importir harus segera memesan dengan pemasok dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan Brasil.

BACA JUGA:   Kabur Ke Singapura, Presiden Sri Lanka Rajapaksa Batal Mengundurkan Diri

“Akan sulit untuk menemukan pasokan dari negara lain dalam waktu sesingkat itu. Bahkan untuk negara (seperti AS dan Brasil), mereka terlalu jauh. Kalau importir langsung booking, ayamnya baru sampai dua bulan kemudian,” imbuh Ma.

“Mengutip pepatah Mandarin, air dari tempat yang jauh tidak dapat memadamkan api di dekatnya,” kata Ma.

Mr Ma, yang juga CEO industri Unggas Hup Heng, menambahkan bahwa ia mengharapkan pendapatan bisnis turun 60 persen ketika pembatasan ekspor Malaysia diberlakukan.

Mr James Sim, Head of Business Development Kee Song Food (salah satu importir ayam), mengatakan bahwa perusahaannya bekerja dengan sebagian besar peternakan di Malaysia dan “tidak berniat” untuk beralih ke sumber dari negara lain.

BACA JUGA:   18 Kepala Negara Dipastikan Hadir G20, Jokowi: Tiga Negara Belum Pasti!

“Ayam (dari tempat-tempat seperti Amerika Serikat dan Brasil) adalah pilihan ayam beku. Kami hanya menangani ayam segar (dingin),” tambahnya.

Mr Sim mengakui bahwa kerangka waktu untuk pivot sekarang terlalu singkat dan ada ketidakpastian berapa lama larangan ekspor dari Malaysia akan berlangsung. Dia menambahkan bahwa perusahaannya akan bekerja sama dengan SFA tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

“Kami tidak tahu bagaimana hasilnya, mungkin jangka pendek, mungkin sebulan. Sampai saat ini kami belum mengambil keputusan dan akan menunggu arahan dari SFA,” imbuhnya. (Sys/CNA)

  • Bagikan
299 views