Optimalkan Potensi UKM, Kepri Jajaki Pembentukan Export Centre

  • Bagikan

Regional.co.id, BATAM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau tengah menjajaki pembentukan pusat ekspor atau export centre untuk mendorong pemasaran produk UKM menuju pasar global.

Aries Fahriandi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, mengatakan letak geografis Kepri yang strategis di perbatasan memberikan peluang yang besar bagi optimalisasi produk unggulan UKM dalam menggarap pasar ekspor.

“Kami tengah menyusun rencana pembentukan Export Centre bersama Kadin Provinsi Kepri, dan bukan tidak mungkin pusat ekspor ini juga akan menjadi hub untuk ekspor produk di wilayah barat,” ujarnya dalam FGD Optimalisasi Ekspor UKM, Rabu (25/05).

Menurut dia, untuk mewujudkan lembaga ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dalam hal konsep dan penganggaran. Pusat ekspor yang sudah terbentuk pertama kali ada di Surabaya hasil kerjasama Kadin dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:   Kelanjutan Izin Keruk dan Ekspor Pasir Laut Tergantung Tiga Menteri Jokowi

Aries menjelaskan selain industri besar yang sudah memanfaatkan peluang ekspor di wilayah Kepri, sektor UKM juga berpeluang untuk mengembangkan produk dan menggarap peluang pasar global.

“Nantinya export centre ini yang akan memberikan pendampingan tentang berbagai persyaratan ekspor, membaca peluang pasar, dan pengembangan usaha,” kata dia.

Suyono Saputro, Pjs. WKU Bidang Perindustrian dan Kawasan Industri Kadin Provinsi Kepri dalam FGD Optimalisasi Ekspor di Swissbel Harbour Bay, Rabu (25/05).

Pada kesempatan itu Suyono Saputro, Pjs. Wakil Ketua Bidang Perindustrian dan Kawasan Industri Kadin Provinsi Kepri, menjelaskan masih terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh pelaku UKM dalam menggarap pasar ekspor ini.

“Selain inovasi dan kreasi produk, pelaku UKM juga masih terkendala dalam pemahaman regulasi ekspor, potensi pasar ekspor, pembiayaan, dan biaya logistik,” ujarnya.

BACA JUGA:   Flu Burung Merebak, Brasil Umumkan Darurat Kesehatan Hewan

Untuk mengatasi masalah tersebut, lanjut dia, peran lembaga pendampingan seperi export centre ini tentu diperlukan oleh pelaku UKM sehingga dapat dibuat klasterisasi UKM berdasarkan jenis produk dan permasalahan yang dihadapinya.

Suyono menyebutkan saat ini porsi ekspor UKM dalam perdagangan nasional hanya 14% sementara usaha besar sekitar 86%. Produk UKM di pasar global lebih didominasi oleh produk kerajinan, makanan minuman dan fesyen.

Hasil identifikasi dan kurasi yang dilakukan Kadin Kepri terhadap produk unggulan ekspor UKM menunjukkan sekitar 90% pelaku masih perlu pendampingan. Dari total 263 produk UKM yang dikurasi diperoleh angka kurang dari 20 produk saja yang siap ekspor.

BACA JUGA:   Dipicu Penurunan Harga Komoditas, Kepri Deflasi -0,04% pada Oktober 2022

Kondisi ini, menurut Indina Ibrahim, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Kadin Provinsi Kepri, perlu mendapat perhatian serius dari pelaku kepentingan di wilayah ini.

“Saya melihat semua pihak sudah memiliki komitmen untuk membantu UKM tapi masih parsial sehingga perlu ada satu lembaga yang dapat menjadi fasilitator dalam menyusun program pendampingan yang berkelanjutan,” paparnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kadin Kepri telah membentuk Kepripreneur.id sebuah portal tempat bergabungnya seluruh pelaku usaha UKM dan pemula untuk saling berinteraksi dan membangun ekosistem kewirausahaan di Provinsi Kepri dan regional.

Kepripreneur.id ini nantinya akan terintegrasi dengan export centre dalam mengembangkan modul pelatihan dan pendampingan bagi UKM yang sudah siap menggarap pasar ekspor.

  • Bagikan
130 views