Persediaan Ayam Mencukupi, Pemerintah Singapura Himbau Warga Tidak Panik

  • Bagikan
Penampakan gudang penyimpanan ayam beku di salah satu distributor di Singapura. Pemerintah Singapura menjamin pasokan ayam aman hingga 4 bulan ke depan.

Regional.co.id, SINGAPURA: Keputusan Pemerintah Malaysia menghentikan ekspor 3,6 juta ekor ayam segar pada 1 Juni ini tidak terlalu berdampak terhadap ketersediaan ayam di pasaran Singapura.

Desmond Tan, Minister of State for Sustainability and Environment Singapore, mengakui keputusan penghentian ekspor itu akan berdampak terhadap ketersediaan ayam segar di pasaran.

“Namun, yakinlah bahwa pasokan kami untuk 70% ayam beku lainnya dari negara lain tidak terpengaruh. Saya mengunjungi Pusat Distribusi Makanan Segar NTUC FairPrice sebelumnya hari ini, dan mengamati kiriman ayam beku tiba seperti biasa, dan rak-rak yang terisi penuh diisi dengan ayam beku dan alternatifnya,” ujarnya seperti dikutip dari akun facebook-nya belum lama ini.

BACA JUGA:   Bawa Misi Perdamaian, Jokowi Kunjungi Presiden Ukraina

Sementara Pemerintah terus memantau situasi dan bekerja dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan yang memadai, kami juga dapat memainkan peran kami dengan hanya membeli apa yang kami butuhkan. Saya mendorong semua orang untuk terbuka terhadap pilihan lain seperti ayam beku, ayam olahan seperti ayam kaleng dan nugget ayam, dan jenis protein lainnya.

“Ada pasokan yang cukup untuk semua orang, jadi mari kita membeli secara bertanggung jawab dan tidak menimbun. Lonjakan pembelian akan menghasilkan rak kosong dalam jangka pendek karena rantai pasokan akan membutuhkan waktu untuk mengejar ketinggalan,” kata Desmond.

BACA JUGA:   Pensiunkan PLTU, RI Bakal Terima Dana Transisi Energi Rp300 Triliun Dari Negara G7

Dia optimistik keadaan dan gangguan ini akan dapat teratasi dan pemerintah segera beradaptasi untuk mencari solusi ketahanan pangan di negera tersebut.

Menurut The Straits Times (ST) pada 26 Mei, FairPrice saat ini memiliki stok ayam beku yang bisa bertahan sekitar empat bulan, dengan pasokan dua bulan lagi dalam perjalanan ke Singapura.

Sementara itu PM Singapura Lee Hsien Loong menegaskan tindakan urgensi yang harus diambil saat ini adalah mengamankan pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Jawabannya bukanlah apa yang kita lakukan sekarang, tetapi apa yang telah kita lakukan sekarang selama beberapa tahun, yang telah membangun stok penyangga dan ketahanan kita, dan mendiversifikasi sumber kita,” kata PM Lee.

BACA JUGA:   18 Kepala Negara Dipastikan Hadir G20, Jokowi: Tiga Negara Belum Pasti!

Tujuannya, lanjutnya, agar (ketika) salah satu sumber terganggu, pasar tidak terlalu terpengaruh, dan jika tidak dapat membeli ayam dari satu tempat, pemerintah dapat membeli dari negara lain. “Kali ini ayam, lain kali mungkin yang lain. Kita harus bersiap untuk ini,” tambahnya.

  • Bagikan
165 views