Gelombang PHK Startup Indonesia, Ini Alasannya!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Pemutusan hubungan kerja yang dialami beberapa perusahaan startup beberapa bulan terakhir ini disebut-sebut ada kaitannya dengan fenomena Road To Profitability, sebagai antitesis Bubble Burst, atau dikenal dengan ledakan gelembung yang terjadi pada startup.

Sesuai namanya, Road To Profitability bisa dikatakan adalah fenomena kesadaran bahwa startup sebagai peluang berusaha, tidak semata-mata tumbuh dengan membakar uang, tetapi tumbuh dengan fundamental operasi yang kuat.

CEO PT Cloud Hosting Indonesia, Alfian Pamungkas, menilai para startup mulai memprioritaskan fokus bisnis dan kinerja operasional bisnisnya. Hal tersebut akan berpengaruh pada beberapa aspek operasional perusahaan, antara lain ketajaman product-market fit, dan efisiensi operasional, dan penciptaan arus kas yang sehat.

BACA JUGA:   PHK di GoTo dan Shopee, Ini Penyebabnya!

Alfian turut prihatin dengan fenomena startup yang tengah mengalami kesulitan keuangan. Sebagai startup teknologi, Cloud Hosting selalu berdiskusi dengan teman sesama startup.

“Karena bagi kami, teknologi harus menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh teman-teman startup. Efisiensi bagi startup mutlak dilakukan sedini mungkin, agar road to profitability startup semakin konkret,” ujarnya dalam keterangan tulis, Jumat (3/6/2022) seperti dikutip dari Republika.com.

Menurutnya gelombang PHK sedang melanda industri startup di Indonesia. Pertumbuhan startup tidak sebanding dengan angka kebutuhan pendanaan untuk dukungan modal kerja startup.

Kebijakan ekonomi Amerika Serikat ditengarai juga menjadi pemicu kondisi ekonomi makro dunia, yang pada gilirannya mendorong para startup juga harus merumuskan ulang prioritas usahanya untuk memperbaiki kinerja operasionalnya.

BACA JUGA:   Rugi Rp371 Triliun, SoftBank Pangkas Investasi Startup Hingga 75%

Cloud Hosting menyediakan layanan cloud seperti VPS dan Baremetal bagi startup, yang menjadi solusi agar dapat beroperasi dengan lebih efisien. Selain andal, layanan VPS dan Bare Metal juga lebih hemat.

“Hasil penghematan ini, dapat digunakan oleh para startup untuk meningkatkan belanja pada area yang lebih membutuhkan seperti mempertahankan karyawan yang dibutuhkan,” ucap Alfian.

Alfian menyebut, perkembangan startup di Indonesia berjalan bersamaan dengan pertumbuhan internet dari tahun ke tahun. Pengguna internet yang semakin mudah dan meningkat setiap tahunnya, menjadi peluang besar bagi para pendiri startup dalam mengembangkan bisnisnya.

Berdasarkan data Startup Ranking, pada Maret 2022 terdapat 2.331 startup di Indonesia. Adapun jumlah perusahaan kecil dan startup di Asia-Pasifik terus bertumbuh. 

BACA JUGA:   Startup Indonesia Jadi Incaran VC, Total Pembiayaan Capai US$1 Miliar

Dari drone bawah air hingga sistem propulsi satelit, hospitality, mengatasi masalah untuk meningkatkan transportasi di kota-kota yang padat, memperluas konektivitas yang terjangkau di daerah terpencil sampai mencegah pemborosan makanan.

Forbes melansir laporan bertajuk Forbes Asia 100 to Watch perdana. Adapun laporan ini menyoroti perusahaan kecil dan startup yang sedang naik daun di kawasan Asia-Pasifik.

Menurut data Startup Ranking, Indonesia memiliki lebih dari 2.100 startup dan menduduki posisi kelima terbanyak di dunia.

  • Bagikan
88 views