Tiket Masuk Candi Borobudur Rp750.000, Ini Alasan Luhut!

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rencana menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp750.000. Sontak, rencana tersebut mengundang polemik dan keberatan dari sebagian masyarakat Indonesia. Apa alasan pa Menteri?

Rencana kenaikan tiket masuk tersebut disampaikan Luhut melalui akun instagram pribadinya. Selain kenaikan harga tiket, jumlah pengunjung di kawasan konservasi candi tersebut juga akan dibatasi hanya 1.200 orang per hari.

“Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini,” kata dia.

Tarif baru:

  • Wisatawan dalam negeri: Rp 750 ribu
  • Wisatawan mancanegara: USD 100 atau Rp 1,4 juta
  • Pelajar: Rp 5 ribu
BACA JUGA:   Bahas Rencana Pembukaan Akses Bagi Turis Indonesia, Retno - Vivian Bertemu di Singapura

Tarif saat ini:

  • Wisatawan dalam negeri:
    • Usia 10 tahun ke atas: Rp 75 ribu
    • Usia 3-10 tahun: Rp 35 ribu. 
  • Wisatawan mancanegara: 
    • Usia 10 tahun ke atas: USD 45 
    • Usia 3-10 tahun: USD 27

Luhut beralasan wacana kenaikan ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga Candi Warisan Budaya Dunia tersebut. Sebagai situs sejarah, Candi Borobudur memiliki berbagai kerentanan dan juga ancaman. 

Berdasarkan kajian dari berbagai ahli yang memberikan masukan kepada pemerintah, kondisi situs bersejarah itu saat ini mulai mengalami pelapukan. Selain itu, perubahan iklim, erupsi gunung berapi, gempa bumi, juga menjadi tantangan tersendiri. Ditambah lagi perilaku vandalisme pengunjung yang tak bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisman ke Batam Melonjak 105,68%, BPS: Didominasi Turis Singapura!

Hanya untuk Naik ke Candi

Pengunjung yang akan dikenakan tarif Rp 750 ribu hanya pengunjung yang akan naik ke atas candi. Sementara pengunjung yang hanya sekedar masuk ke kawasan Candi, tarifnya Rp 50 ribu. Menko Luhut juga mengatakan berdasarkan masukan yang diterima, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menyediakan tarif khusus bagi warga Provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Luhut menjelaskan bahwa rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif untuk naik ke area stupa Candi Borobudur belum final. “Karena masih akan dibahas dan diputuskan oleh Presiden di minggu depan,” kata Luhut dalam keterangan tertulis Ahad, 5 Juni 2022. 

Namun, Luhut memastikan bahwa rencana kenaikan tarif untuk turis asing menjadi US$ 100 tidak akan berubah. Begitu pula tarif untuk pelajar tetap sesuai rencana yang sebelumnya disampaikan, yakni Rp 5.000.

BACA JUGA:   Mau Jalan-Jalan Ke Jepang Tanpa Visa, Simak Cara Berikut!

Kritik YLKI

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah membatalkan wacana kenaikan harga tiket Candi Borobudur yang dinilai terlampau eksploitatif. Menurut Tulus, rencana rencana tersebut terkesan kontraproduktif dan tanpa pertimbangan.

“Itu wacana kebijakan yang ngawur dan eksploitatif. Borobudur itu wisata sejarah, harus semurah mungkin bahkan untuk agama Budha harusnya gratis karena ada dimensi ibadah,” kata Tulus Abadi saat dihubungi Tempo, 5 Juni 2022.

Bagaimana menurut anda? Tarif tetap naik atau tidak?

  • Bagikan
319 views