Bukan Malaysia dan Indonesia, Ternyata ini Negara Eksportir Ayam Terbesar ke Singapura!

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Pemerintah Malaysia memutuskan untuk menghentikan eksportasi ayam hidup ke Singapura per 1 Juni 2022 lalu. Total ayam hidup yang diekspor setiap bulannya melalui jalur darat kedua negara mencapai 3,6 juta ekor.

Bagi Singapura, kebijakan ini jelas mengganggu suplai ayam hidup serta menggoncangkan kehidupan masyarakat di sana. Kebiasaan warga menikmati menu Nasi Ayam (chicken-rice) berpotensi terkendala karena salah satu bahan utama chicken rice adalah ayam hidup.

Akibat penghentian ekspor ini, pemerintah Singapura bersiaga menjaga stabilitas pasokan ayam di pasaran dengan mengoptimalkan persediaan dari para importir. Kementerian Negara Untuk Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Desmond Tan menjamin pasokan tetap terjaga untuk empat bulan ke depan. “Warga tidak perlu panik dengan menumpuk stok di rumah,” ujarnya.

Melihat ketergantungan yang sangat besar terhadap suplai ayam dari Malaysia, sebenarnya berapa persen kontribusi ayam asal Malaysia terhadap keseluruhan kebutuhan ayam di Singapura?

BACA JUGA:   Pemkot Bogor Kaji Ulang Perizinan 222 Minimarket

Data yang dirilis Singapore Food Agency (SFA) Tahun 2021, menunjukkan negara eksportir ayam terbesar ternyata berasal dari Brazil dengan komposisi 48%, diikuti oleh Malaysia 34%, Amerika Serikat 8%, Argentina 3% dan Denmark 1%, dan negara lainnya 6%.

Indonesia sebagai negara terdekat dari Singapura justru tidak tercatat sebagai negara eksportir ayam. Padahal total konsumsi ayam di Singapura pada tahun 2021 lalu mencapai 205 ribu metrik ton. Ayam merupakan komoditi paling digemari di negara tersebut.

Total impor ayam berbagai jenis pada 2021 mencapai 214.400 ton, sedikit menurun dibandingkan tahun 2020 sebesar 230.900 ton, sedangkan pada 2019 total impor ayam sebesar 206.400 ton.

Selanjutnya, apakah dengan penghentian ekspor ayam oleh Malaysia ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia?

Kemungkinan itu bisa saja, namun perlu dipertimbangkan faktor jarak tempuh dari sentra produksi ayam di Indonesia ke Singapura. Keunggulan Malaysia karena perbatasan kedua negara bisa ditempuh lewat jalur darat sehingga waktu pengiriman lebih cepat.

BACA JUGA:   Komisi Persaingan Usaha Malaysia Evaluasi Laporan Investigasi Kartel Ayam

Jika Indonesia berminat untuk ekspor ayam hidup, maka pertanyaan selanjutnya adalah dari mana daerah yang akan menjadi pemasok. Apakah Jawa Barat atau Sumatera Utara. Saat ini, produksi ayam terbesar di Indonesia ada di Jawa Barat dengan produksi 865.000 ton (BPS, 2021) untuk wilayah Jawa.

Di Sumatera, produksi terbesar ada di Sumatera Utara dengan 166.729 ton. Total produksi ayam nasional sebesar 3,426 juta ton. Dengan konsumsi ayam perkapita per tahun penduduk Indonesia sebesar 12,79 kg, maka total konsumsi nasional untuk 273.879.750 jiwa penduduk (Data Kemendagri, 2021) mencapai 3,502 miliar kilogram atau setara 3,502 juta ton.

Jika dibandingkan total produksi nasional dari data tersebut sebenarnya Indonesia masih kekurangan 76 ribu ton. Namun itu masih perhitungan diatas kertas, kita perlu bandingkan lagi dengan data riil dari Kementerian Pertanian.

BACA JUGA:   Peru Membara, 42 Warga Tewas Dalam Aksi Unjuk Rasa

Sampai dengan Mei 2021 lalu, total ekspor produk unggas nasional ke beberapa negara tercatat sebesar 258,85 ton atau naik 12,98% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Industri perunggasan tanah air sebenarnya masih dihadapkan oleh tingginya harga pakan ternak. Harga pakan ini mengambil komposisi hampir 70% dari biaya produksi sehingga mengakibatkan harga jual ayam di pasaran pun menjadi tinggi.

Harga acuan daging ayam ditetapkan sebesar Rp35.000 per kilogram, namun masih ada pedagang yang menjual hingga Rp40.000 per kilogram. Dibandingkan dengan harga di Malaysia yang ditetapkan $2,09 per kilogram atau setara Rp19.000 maka harga di Indonesia jauh lebih mahal.

Tapi dibandingkan harga di Singapura yang berada di kisaran Sin$6 – 7 per kilogram (setara Rp60.000 – Rp70.000), harga kita masih lebih murah.

  • Bagikan
325 views