Soal Ekspor Listrik ke Singapura, Menlu Sebut Proyek Lumba Besar Kapasitas 900 MW

  • Bagikan

Regional.co.id, SINGAPURA: Rencana ekspor listrik ke Singapura terus bergulir. Dalam forum bisnis Indonesia – Singapura yang digelar Selasa (14/6) lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyinggung soal proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Lumba Besar dengan kapasitas 900 megawatt.

Sambutan yang disampaikan secara virtual dari Praha, Republik Czech, Retno mengatakan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendorong kerjasama ekonomi dengan Singapura terutama dalam pengembangan investasi.

“Singapura merupakan negara investor terbesar di Indonesia dengan total US$9,1 miliar atau 30% dari total investasi asing yang masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Dia menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua negara terutama dalam kaitannya dengan penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada November nanti, yaitu pertama, bagaimana menciptakan lingkungan yang damai.

BACA JUGA:   Capai Target Energi Bersih, Asean Perlu Investasi US$27 Miliar per Tahun

“Ini terkait dengan krisis Ukraina – Rusia yang dampaknya terhadap perekonomian global. Jutaan penduduk dalam bahaya kelaparan akibat krisis pangan yang dipicu oleh konflik Ukraina,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, kemitraan dalam ekonomi dimana Indonesia berkomitmen dalam KTT G20 nanti untuk mendorong transformasi energi.

“Untuk proyek solar panel, salah satunya di Pulau Lumba Besar dengan kapasitas 900 megawatt, serta beberapa proyek transformasi energi lainnya,” ujar Retno.

Dalam catatan Regional Newroom, Pulau Lumba Besar merupakan salah satu pulau yang masuk dalam rencana pengembangan konsorsium PT Indonesia Power bersama EDF Renouvebles SA (Perancis), Tuas Power Ltd (Singapura), Abu Dhabi Future Energy Company PJSC – Masdar (UAE).

BACA JUGA:   EMA Singapore Rilis Proposal Impor Listrik Tahap Dua Kapasitas 2,8 GW Pada Tahun 2030

Total kapasitas PLTS yang akan dibangun sebesar 2,8 gigawatt dengan investasi mencapai US$3 miliar atau setara Rp42 triliun. Ada empat pulau yang akan dikembangkan selain Pulau Lumba Besar, ada Pulau Tanjung Kubu, Pulau Teluk Dalam, dan Pulau Pemping.

Keempat pulau ini berada dalam satu gugusan dengan Pulau Pemping yang paling terluar. Saat ini Pulau Pemping menjadi landing point bagi pipa gas yang dikirim ke Singapura.

Selain Retno, dalam paparannya Arsyad Rasyid, Ketua Umum Kadin Indonesia, juga menyebutkan salah satu program transisi energi adalah pengembangan solar farm di Pulau Bulan termasuk proyek interkoneksinya.

BACA JUGA:   Kejar Bauran Energi 2025, Bahlil: Stop Ekspor EBT ke Luar Negeri!

Pulau Bulan merupakan lokasi PLTS yang akan dikembangkan oleh PacificLight Power Ltd (Singapore), Medco Power (Indonesia), Gallant Ventures Ltd (Singapore) dengan kapasitas 670 MW dengan investasi US$1,2 miliar atau Rp16,8 triliun.

PacificLight Power Ltd merupakan sebuah perusahaan penyedia listrik di Singapura yang telah mendapat penunjukkan dari Energy Market Authority (EMA) untuk memulai ujicoba ekspor listrik kapasitas 100 MW di Pulau Bulan pada 2024 mendatang.

  • Bagikan
396 views