Bagaimana Cara Tepat Mengatasi Kolesterol Tinggi? Ini Kata Dokter!

  • Bagikan

“Cara pertama dan utama untuk mengatasi kolesterol tinggi yaitu dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Namun, pada beberapa kasus perubahan gaya hidup sehat tidak memberikan perubahan yang signifikan. Maka sudah saatnya pengidap kolesterol tinggi mendapatkan penanganan medis.”

Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan penyakit jantung dan serangan jantung. Obat-obatan tertentu bahkan juga bisa meningkatkan kolesterol seseorang. Kolesterol tinggi perlu ditangani dan dikelola dengan cara yang tepat. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi kolesterol tinggi agar tidak menyebabkan komplikasi berbahaya bagi tubuh?

Pentingnya Menerapkan Pola Hidup Sehat

Nah, menurut dr. Gabriela Florencia, yang bisa dalam channel Youtube Halodoc, hal pertama untuk menangani kolesterol tinggi yaitu dengan perubahan gaya hidup. “Ini dimulai dari perubahan pola makan,” kata dr. Gabriela. Pola makan yang dianjurkan yaitu:

  • Pola makan tinggi serat.
  • Hindari makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh.
  • Konsumsi makanan yang kaya omega-3.
  • Kurangi asupan garam.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
BACA JUGA:   Keren! Dua Artis Terbaik Asia Rebut Piala Oscar

Jika dengan perubahan pola makan belum ada perubahan yang baik, maka dr. Gabriela menyarankan pengidap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Apa saja penanganan medis yang perlu dijalani?

Penanganan Medis saat Kolesterol Tinggi

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan pola makan sehat adalah cara pertama dan utama untuk menangani kolesterol tinggi. Namun, jika kamu sudah melakukan perubahan gaya hidup sehat dan kadar kolesterol tetap tinggi, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan. 

Pilihan obat atau kombinasi obat tergantung berbagai faktor. Contohnya  faktor risiko pribadi, usia, kesehatan, dan kemungkinan efek samping obat. Pilihan medis yang umum direkomendasikan yaitu:

  1. Statin

Statin memblokir zat yang dibutuhkan hati untuk membuat kolesterol. Hal ini menyebabkan hati menghilangkan kolesterol dari darah. Pilihannya termasuk atorvastatin (Lipitor), fluvastatin (Lescol), lovastatin (Altoprev), pitavastatin (Livalo), pravastatin (Pravachol), rosuvastatin (Crestor), dan simvastatin (Zocor). 

  1. Inhibitor Penyerap Kolesterol
BACA JUGA:   Kesemutan Seluruh Badan, Waspada 10 Penyakit Ini!

Usus kecil menyerap kolesterol dari makanan dan melepaskannya ke dalam aliran darah. Obat ezetimibe (Zetia) membantu mengurangi kolesterol darah dengan membatasi penyerapan kolesterol makanan. Ezetimibe dapat digunakan dengan obat statin. 

  1. Asam Bempedoat

Obat ini bekerja dengan cara yang hampir sama seperti statin, tapi efek samping memiliki nyeri otot lebih keci. Menambahkan asam bempedoic (Nexletol) ke dosis statin maksimum dapat membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) secara signifikan. 

  1. Resin Pengikat Asam Empedu

Hati menggunakan kolesterol untuk membuat asam empedu, zat yang dibutuhkan untuk pencernaan. Obat cholestyramine (Prevalite), colesevelam (Welchol) dan colestipol (Colestid) menurunkan kolesterol secara tidak langsung dengan mengikat asam empedu. Cara tersebut mendorong hati untuk menggunakan kelebihan kolesterol untuk membuat lebih banyak asam empedu. Dengan begitu tingkat kolesterol dalam darah berkurang. 

  1. PCSK9 Inhibitors

Obat-obatan ini dapat membantu hati menyerap lebih banyak kolesterol LDL, yang menurunkan jumlah kolesterol yang beredar dalam darah. Alirocumab (Praluent) dan evolocumab (Repatha) dapat digunakan untuk orang yang memiliki kondisi genetik yang menyebabkan kadar LDL tinggi. 

BACA JUGA:   8 Buah Penurun Kolesterol Darah yang Segar Manis Alami

Obat tersebut juga dapat digunakan pada orang dengan riwayat penyakit koroner yang memiliki intoleransi terhadap statin atau obat kolesterol lainnya. Penggunaan obat-obat PCSK9 Inhibitor disuntikan ke tubuh setiap beberapa minggu. 

Namun, perlu dipahami bahwa obat-obatan atau terapi medis untuk menurunkan kolesterol tinggi harus dibawah pengawasan dokter. Jika upaya perubahan gaya hidup tidak berdampak signifikan pada kadar kolesterol, sebaiknya kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Dalam kebanyakan kasus, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Namun tanpa pengobatan, kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Kabar baiknya, dokter dapat membantu mengelola kondisi ini untuk mencegah munculnya komplikasi.


Dikutip dari laman Halodoc, tanggal 26 Juni 2022.

  • Bagikan
153 views