Dua Gigafactory Tesla Terancam Rugi Miliaran Dolar, Ini Penyebabnya!

  • Bagikan

Regional.co.id, TEXAS: Dua gigafactory Tesla yang baru diresmikan di Berlin, Jerman dan Texas, AS terancam merugi miliaran dolar dipicu oleh kelangkaan pasokan baterai dan komponen mobil listrik lain dari China.

CEO Tesla Inc. Elon Musk menyampaikan hal tersebut dalam salah satu wawancara dengan BBC, Rabu (22/6) lalu. Dia menuturkan, dua pabrik baru Tesla tersebut kini menjadi mesin pembakar uang raksasa.

Lockdown karena Covid-19 di China tahun ini, termasuk di Shanghai tempat Tesla memiliki pabrik besar, semakin mempersulit perusahaan untuk beroperasi. Dalam beberapa pekan terakhir, Musk telah memperingatkan tentang gelombang pemecatan di Tesla.

BACA JUGA:   All New Suzuki Ertiga Hybrid Resmi Mengaspal di Batam, Ini Spesifikasinya!

“Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini. Ini benar-benar seperti suara menderu raksasa, yang merupakan suara uang terbakar. Ada banyak biaya dan hampir tidak ada hasil,” kata Musk dalam sebuah wawancara dengan Tesla Owners of Silicon Valley.

Musk menuturkan, dua pabrik Tesla di Berlin dan AS telah kepayahan untuk meningkatkan produksi sejak diresmikan awal tahun ini. Pabrik Tesla di Austin saat ini memproduksi sejumlah “kecil” mobil, sebagian karena beberapa komponen untuk baterainya “terjebak” di pelabuhan China.

“Ini semua akan diperbaiki dengan sangat cepat tetapi membutuhkan banyak perhatian,” tutur Musk. Wawancara tersebut direkam pada akhir bulan lalu, tetapi bagian mengenai kerugian pabrik Tesla di Austin dan Berlin baru diunggah pada Rabu (22/6/2022).

BACA JUGA:   Ambisi Mitsubishi, Jual 10.000 Unit XForce Per Tahun

Pihak berwenang di China menerapkan lockdown di sejumlah kota awal tahun ini sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi Covid-19.

Pembatasan ketat diberlakukan pada pergerakan orang dan barang, termasuk di Shanghai. Musk mengatakan, lockdown di Shanghai merupakan insiden yang sangat sulit bagi Tesla.

Pasalnya, Tesla dilaporkan menghentikan sebagian besar produksinya di Shanghai selama berminggu-minggu.

Pabrik Tesla di Shanghai kemungkinan akan ditutup lagi selama dua pekan pada bulan depan untuk pekerjaan perbaikan, menurut kantor berita Reuters.

Pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan output pabrik agar mampu menggapai tujuan perusahaan untuk memproduksi 22.000 mobil setiap pekan.

BACA JUGA:   Garap Pasar Mobil Listrik di RI, VinFast EV Bidik IKN

Pekan ini, Musk menuturkan bahwa Tesla berencana merumahkan 3,5% karyawannya setelah sebelumnya mengatakan bahwa dia memiliki perasaan yang sangat buruk tentang ekonomi.

  • Bagikan
143 views