Per 1 Juli, Hang Nadim Resmi Dikelola AP I dan Incheon

  • Bagikan
Penandatanganan perjanjian serah terima operasional Bandara Hang Nadim antara BP Batam dan PT Bandara Internasional Batam, disaksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (24/6) di Batam.

Regional.co.id, BATAM: Konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya Tbk melalui PT Bandara Internasional Batam resmi mengelola Bandara Internasionnal Hang Nadim per 1 Juli mendatang.

Pelimpahan pengelolaan tersebut tertuang dalam perjanjian serah terima operasional yang ditandatangani antara Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi dengan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Bersama PT Bandara Internasional Batam Fikri Ilham Kurniansyah pada Jumat (24/6) lalu disaksikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Dengan adanya airport ini, dan lewat kerja sama dengan Bandara Incheon di Korea, diharapkan bisa menjadi hub logistik nasional. Bagi industri elektronik tentu sangat membutuhkan adanya direct flight terutama untuk mendorong supply chain. Dan kami harap hub-nya juga bisa menjadi gateway ke Amerika, Korea, Batam, Tiongkok, dan Singapura,” ujar Menko Airlangga saat menyampaikan sambutannya.

BACA JUGA:   Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak, RI Ngutang Lagi ke China Rp8,3 Triliun

PT BIB telah berkomitmen untuk membuka akses baru penerbangan langsung, terutama ke Korea Selatan, Tiongkok, serta beberapa negara lain dengan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Incheon International Airport Corporation.

Dengan semakin terbukanya jaringan penerbangan internasional dari dan ke Batam, maka akan mempercepat pemulihan dan pengembangan industri pariwisata di Kawasan BBK.

Hal tersebut juga dapat mengefisienkan layanan kargo untuk meningkatkan daya saing industri dan mengurangi biaya logistik di Batam, serta dapat mendorong supply chain barang elektronik baik dari bahan baku maupun produknya sendiri.

Muhammad Rudi, Kepala BP Batam, mengharapkan Hang Nadim dapat menjadi bandara terbaik dan mampu berkompetisi dengan negara tetangga.

BACA JUGA:   Bukan Malaysia dan Indonesia, Ternyata ini Negara Eksportir Ayam Terbesar ke Singapura!

“Kami memahami bahwa Kota Batam berpotensi sebagai pintu masuk penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan ekspektasi 40 juta penumpang per tahunnya,” ujarnya.

PT BIB terdiri dari konsorsium PT Angkasa Pura I dengan komposisi saham 51%, IIAC 30% dan PT Wijaya Karya sebesar 19%.

Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi menegaskan perseroan bertekad untuk mengembangkan Bandara Hang Nadim menjadi pusat logistik kargo udara di kawasan regional Asia.

“Ini menjadi langkah awal tranformasi bisnis perusahaan untuk meningkatkan potensi pendapatan perusahaan,” paparnya.

Hasil kajian yang dilakukan, konsorsium bersama PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation dan WIKA, memproyeksikan penerimaan deviden dari pengelolaan Bandara Hang Nadim akan dimulai pada tahun ke-11 dengan nilai Rp176,96 miliar.

BACA JUGA:   Menanti Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Proyeksi deviden untuk PT Angkasa Pura I dengan kepemilikan 51% diperkirakan sebesar Rp73,10 miliar pada tahun ke-11 dan terus meningkat hingga tahun ke-25 yang diperkirakan mencapai Rp1,822 triliun. dan porsi WIKA diperkirakan sebesar Rp33,622 miliar.

  • Bagikan
99 views