Butuh Dana Transisi Energi US$30 Miliar, Jokowi Tawarkan Peluang Investasi EBT di Forum G7

  • Bagikan

Regional.co.id, JAKARTA: Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara Kelompok 7 (G7) untuk berinvestasi di sektor energi bersih dalam upaya mengurangi emisi gas karbon global.

Jokowi mengatakan potensi besar Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon, untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

“Terutama terdapat peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium. Indonesia membutuhkan setidaknya US$25-30 miliar untuk transisi energi dalam 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” jelas Jokowi.

BACA JUGA:   Rudal Nyasar Ke Polandia, Kremlin: Itu Bukan Senjata Kami!

Presiden juga menyampaikan bahwa di Indonesia dan juga di negara-negara berkembang lainnya, risiko dampak perubahan iklim sangat nyata, apalagi Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membuat petani dan nelayan berada dalam kesulitan.

“Dukungan semua negara G7 dalam masa Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” ujar Presiden mengakhiri sambutannya.

Presiden Joko Widodo tiba di lokasi KTT G7 di Schloss Elmau, Jerman, dan disambut langsung oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz, Senin siang, 27 Juni 2022. Dalam sesi penyambutan resmi oleh Kanselir Jerman tersebut, Presiden RI hadir bersama pemimpin dari negara mitra G7 yaitu Presiden Argentina Alberto Fernandez, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Senegal Macky Sall, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

BACA JUGA:   Breaking News! Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas Dalam Kecelakaan Helikopter

Presiden Jokowi selanjutnya melakukan sesi foto bersama. Kepala Negara Republik Indonesia itu berdiri di antara Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Berikutnya, Presiden mengikuti agenda pertemuan G7 yang terdiri dari dua sesi.

Pada sesi pertama terlihat Presiden Jokowi kembali berada di antara Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pada pertemuan G7 kali ini, yang digelar di Schloss Elmau di kawasan pegunungan Alpen Jerman, Presiden RI juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara yang hadir.

  • Bagikan
81 views