Sebanyak 13 orang Tewas dan Ratusan Terluka Akibat Ledakan Tanki Gas Klorin

  • Bagikan

Regional.co.id, YORDANIA: Sedikitnya 13 orang tewas dan sekitar 250 orang terluka akibat terkena ledakan tanki gas klorine yang hendak dimuat ke dalam sebuah kapal di Pelabuhan Yordania. Ledakan tersebut menyebabkan gumpalan asap berwarna kuning beracun ke udara.

Sebuah video yang diposting oleh media pemerintah, menunjukkan tangki penyimpanan tergelincir dari krane saat diturunkan ke geladak kapal di pelabuhan Aqaba dan meledak.

Menurut pihak berwenang, tangki tersebut mengandung klorin, gas beracun yang dapat diberi tekanan dan didinginkan untuk mengubahnya menjadi cairan sehingga dapat dikirim dan disimpan. Klorin banyak digunakan dalam produk rumah tangga seperti pemutih, untuk sanitasi limbah, dan dalam air minum dan air kolam untuk membunuh bakteri berbahaya.

BACA JUGA:   Bertemu PM Jepang di KTT G7, Jokowi Bahas IKN dan MRT

Namun, jika gas terhirup atau bersentuhan dengan kulit atau mata, dapat menyebabkan nyeri terbakar, kesulitan bernapas, dan cairan di paru-paru. Klorin digunakan selama Perang Dunia I sebagai agen tersedak, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Pelabuhan Aqaba, di ujung Teluk Aqaba di lepas Laut Merah, dekat perbatasan dengan Israel, adalah satu-satunya pelabuhan Yordania. Daerah pemukiman terdekat berjarak sekitar 15 mil, dan Nidal Majali, komisaris lokal untuk pariwisata dan lingkungan, mengatakan kepada media pemerintah bahwa efek kebocoran gas terbatas dan tidak ada risiko bagi kesehatan masyarakat.

Otoritas kesehatan kota menyarankan penduduk untuk menutup jendela mereka dan tinggal di rumah mereka, menurut laporan TV pemerintah. Polisi dan pekerja darurat lainnya termasuk di antara mereka yang dirawat karena cedera yang diderita saat menanggapi ledakan, menurut media pemerintah. Sekitar 200 orang dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA:   17 Kepala Negara Hadiri KTT G20 di Bali, Ini Daftarnya!

Perdana Menteri Yordania Bisher al-Khasawneh mengunjungi rumah sakit yang merawat korban terluka pada hari Senin, memuji petugas penyelamat atas tanggapan cepat mereka terhadap insiden tersebut sehingga tingkat keparahan bisa dikurangi.

Perdana menteri telah menugaskan penyelidikan resmi atas penyebab kecelakaan itu. (Sys/Reuters)

  • Bagikan
151 views