Sayap Patah Holywings

  • Bagikan

Mengapa harus nama Muhammad dari miliaran nama pria yang ada di dunia ini? Mengapa pula harus nama Maria dari miliaran nama wanita yang ada di dunia ini?

Kedua nama yang disucikan oleh umat agama Islam dan Kristen itu, justru dijadikan bahan olok-olok oleh pengelola bar dan resto Holywings. Mereka mempromosikan minuman keras khusus bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria dapat gratis minuman Gordon satu botol setiap hari kamis.

Apapun alasan Holywings, promo tersebut sangat melukai perasaan umat Islam. Muhammad adalah Rasul yang dijunjung tinggi oleh umat muslim bahkan nyawa pun bisa jadi taruhannya.

Kasus ini pun menjadi heboh. Aparat kepolisian bertindak cepat dengan menetapkan enam orang pegawai Holywings menjadi tersangka kasus penistaan agama. Tidak berhenti disitu, satu persatu pemerintah daerah mengevaluasi kelengkapan izin operasional Holywings di seluruh Indonesia.

Pemda DKI Jakarta bahkan membekukan izin 12 outlet Holywings karena terbukti tidak memiliki izin operasional dan peredaran minuman alkohol. Pemprov Jawa Timur memastikan tiga outlet di Surabaya tutup. Dari total 38 outlet secara nasional, kini Holywings sudah resmi berhenti beroperasi.

Outlet Batam yang baru beroperasi beberapa bulan lalu juga terkena imbas. Pasca kasus promo miras, outlet ini masih buka. Namun setelah didatangi petugas Pemko Batam untuk mengecek kelengkapan izin edar mikol, belakangan outlet ini mencabut plang nama Holywings kendati masih tetap beroperasi.

Sayap-sayap suci itu kini patah satu persatu. Holywings yang dikendalikan oleh PT Aneka Bintang Gading mulai menghadapi masalah yang serius. Selain karyawan yang jadi tersangka, penghentian operasional outlet di seluruh Indoneisa, kini gugatan lebih besar siap menanti.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat telah menerima gugatan sebesar Rp36,5 triliun yang dilayangkan empat orang terhadap PT Aneka Bintang Gading selaku perusahaan yang membawahi Holywings Indonesia.

BACA JUGA:   Food Protectionism dan Bayangan Krisis Pangan Global

Dikutip dari laman SIPP PN Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2022) gugatan yang terdaftar pada Jumat 1 Juli 2022 pada Nomor 75/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Telah didaftarkan atas nama empat orang penggugat yakni Pangeran M Negara S, Teofilus Mian Parluhutan, Andreas Saut Simanjuntak, Mufty Arya Dwitama.

Tidak cuman ganti rugi, pemohon juga meminta agar majelis hakim nantinya menghukum pihak Holywings dengan mencabut izin usaha. Termasuk hukuman dalam bentuk mengembalikan kesucian nama Muhammad dan Maryam dengan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Khususnya umat Islam dan Nasrani melalui seluruh TV nasional, media online dan media cetak nasional dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari,” sebutnya.

Bahkan jika permohonan ini nantinya dikabulkan majelis hakim, mereka juga mencantumkan hukuman berupa uang paksa (dwangsom) sebesar Rp100 juta setiap hari, apabila seluruh petitum gugatan tidak dijalankan Holywings.

Gugatan datang dari Organisasi kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara. Mereka menggugat perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp36,5 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pangeran menjelaskan dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings merupakan kasus pertama di Indonesia yang memiliki nilai keuntungan atau komersil. Akibat penistaan agama tersebut, Holywings harus mempertanggungjawabkan secara materil di hadapan hukum.

Pangeran menyebutkan umat Islam dan Kristen mengalami kerugian akibat dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Holywings. Sehingga pihaknya mengajukan gugatan perwakilan kelompok (class action).

Siapa dibalik Holywings?

Sejak kasus penistaan ini merebak, publik mulai mencari-cari siapa pengusaha yang berada di balik operasional PT Aneka Bintang Gading sebagai pemilik merek Holywings di Indonesia.

PT. Aneka Bintang Gading didirikan pada tahun 2015. Outlet pertama Holywings berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang kini menjadi Holywings Gold. Perusahaan ini memiliki tiga jenis bisnis utama, diantaranya adalah Holywings, Holyduck, dan Pentagon.

BACA JUGA:   Batam Surga Narkoba?

Total ada 38 outlet Holywings di Indonesia di luar outlet di Bali yang konon akan menjadi bar dan beach club terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan menargetkan membangun 50 cabang Holywings pada 2022 ini.

PT ABG sendiri dimiliki oleh beberapa orang, salah satunya Ivan Tanjaya sebagai owner dan founder. Selain itu ada nama Marvin Saputra, Eka Setia Wijaya, dan Jacky Lee. Selain sebagai founder, mereka juga bertugas dalam operasional.

Ivan bertindak sebagai head of marketing, Marvin sebagai head soundman and audio visual, Eka sebagai head of design and maintenance, sementara Jacky sebagai head of central office.

Mereka dibantu oleh beberapa orang dekat seperti Cipta Setia Wijaya sebagai deputy head of design, dan Kevin Tanjaya sebagai head of merchandise.

Holywings bisa dikatakan sebagai the most fastest growing bar and resto in Asia. Bayangkan dalam waktu tujuh tahun perusahaan sudah merambah hingga beberapa kota dan membuka 38 cabang.

Reputasi Holywings semakin menanjak setelah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan artis Nikita Mirzani bergabung sebagai salah satu pemegang saham.

Bahkan Hotman Paris selalu menayangkan aktivitasnya setiap hari melalui akun instagram-nya di beberapa outlet Holywings, apakah di Bali atau Jakarta. Namun Hotman membantah sebagai pemegang saham mayoritas, dia dan Nikita hanya menguasai beberapa persen saham saja.

Holywings Tamat?

Kasus promo miras ini seperti momentum kehancuran Holywings. Agresifitas usaha PT ABG selama tujuh tahun terakhir hancur dalam hitungan minggu. Tidak ada lagi pesta hingga larut malam di outlet-outlet mereka.

BACA JUGA:   Mengapa Malaysia Stop Ekspor Ayam, Ternyata Ini Alasannya!

Atas kejadian promo miras tersebut, Hotman Paris Hutapea selaku salah satu pemegang saham Holywings berinisiatif mengunjungi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis di Jakarta, Minggu (26/6).

Dalam postingan di akun instagram, Hotman mewakili manajemen Holywings menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam di Indonesia atas kelalaian pihaknya.

“Halo, saya Hotman Paris selaku salah satu pemegang saham di Holywings datang bersilaturahmi ke rumah Bapak Kiai Cholil Nafis selaku Ketua MUI dan juga Rais Suriah dari PBNU atas kesalahan yang dilakukan oleh staf Holywings yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan di medsos dan menimbulkan ketersinggungan umat Islam,” kata Hotman Paris dalam unggahan video di akun Istagramnya.

Sementara itu, Ustaz Felix Siaw mencoba menganalisa jika promosi minuman keras tersebut sepertinya bukan hal yang tidak disengaja.

“Promosi tersebut dibuat sengaja untuk memicu kontroversi. Karena dua nama tersebut sangat sensitif bagi umat Islam dan Nasrani,” ujarnya dalam satu wawancara televisi.

General Manager Holywings Yuli Setiawan mengatakan, bisnis mereka sudah tumbang karena hampir semua outlet di Indonesia ditutup karena izin usahanya bermasalah.

“Seluruh cabang saat ini sudah berhenti operasi dan dibekukan pemerintah setempat. Kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujarnya.

Kasus penistaan agama jelas tidak bisa dibiarkan di republik ini dengan dalih apapun. Apalagi jika ingin meningkatkan omset dengan menghina simbol-simbol umat agama tertentu.

Semoga kejadian yang menimpa Holywings ini menjadi renungan bagi siapapun untuk saling menghormati toleransi beragama di Indonesia. Silahkan berkreatifitas tapi tetap dalam koridor yang tidak menistakan keyakinan pihak lain.

Salam toleransi!

Penulis: Dr. Suyono Saputro, chief editor Regional Newsroom | Wakil Ketua ISEI Kota Batam | Dosen Fak. Ekonomi Universitas Internasional Batam.

  • Bagikan
250 views