PM Inggris Boris Jhonson Resmi Mengundurkan Diri

  • Bagikan
Perdana Menteri Inggris Boris Jhonson

Regional.co.id, LONDON: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis di Downing Street setelah puluhan pejabat di lingkaran pemerintahannya serempak mundur.

Dalam pidato pengunduran dirinya tersebut, Boris mengatakan, “Tidak ada seorang pun dalam politik yang sangat diperlukan,” terang politisi yang menjabat sebagai PM Inggris kurang dari tiga tahun itu, seperti dikutip dari Sky News.

Dia juga berterima kasih kepada jutaan orang yang memilih Partai Konservatif pada pemilihan umum terakhir, dan mengatakan alasan dia berjuang begitu lama untuk tetap menjabat adalah karena, “Saya pikir itu adalah pekerjaan saya, tugas saya dan kewajiban saya kepada Anda,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Laut Merah Membara, Arus Kapal di Terusan Suez Merosot 42%

Boris mengatakan dia telah mencoba membujuk kabinetnya bahwa akan menjadi eksentrik untuk mengganti perdana menteri sekarang, tetapi menambahkan: “Saya menyesal tidak berhasil dalam argumen itu.”

Ia menegaskan proses penunjukan pemimpin baru akan dimulai, dengan jadwal yang ditetapkan minggu depan.

Sejauh ini sudah 44 orang pejabat yang memilih keluar dari pemerintahan menyusul pengunduran diri lima menteri dan pemecatan Michael Gove sebagai menteri sekretaris pemerintah, seperti dikutip dari The Guardian.

Gove yang merupakan orang kepercayaan Johnson pada kampanye Brexit 2016 dianggap ikut mendesaknya agar mundur dari posisi perdana menteri.

Johnson sempat dihujani pertanyaan di hadapan komite parlemen anggota legislatif senior di Parlemen sebelum perwakilan kabinet tiba di Downing Street untuk memintanya mengundurkan diri.

BACA JUGA:   Kuasai Istana, Pengujuk Rasa Desak Presiden Sri Lanka Rajapaksa Mundur

Namun, Johnson bersikeras tidak mau lengser. Ia justru memecat Gove karena dianggap telah ambil bagian untuk mendesaknya lengser.

Sumber dari CNN menyebut bahwa Johsnon memecat Gove karena ‘tangan kanan’ di fraksi Konservatif parlemen dianggap tidak lagi loyal.

Boris resmi terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris menggantikan Theresa May dan dilantik pada Rabu, 24 Juli 2019. Pemimpin Partai Konservatif ini memperoleh 92.153 suara  atau 57,8% dari 159.320 suara sah.

Ia unggul dari rivalnya, Jeremy Hunt, yang hanya memperoleh suara sebesar 46.656 suara atau 29,28%. Johnson dan Hunt merupakan dua dari sepuluh politikus yang lolos dari lima putaran penyisihan kandidat PM yang dipilih oleh 313 anggota parlemen dari Partai Konservatif.

BACA JUGA:   Bertemu PM Jepang di KTT G7, Jokowi Bahas IKN dan MRT

Boris Johnson adalah lulusan sekolah elite Eton College dan Oxford University. Setelah lulus, ia memulai kariernya sebagai konsultan manajemen. Setelah itu, ia banting setir menjadi jurnalis di surat kabar The Times pada 1987. (Sys/CNN/Katadata)

  • Bagikan
68 views