Berdalih Pemeliharaan, Rusia Stop Aliran Gas ke Eropa

  • Bagikan

Regional.co.id, MOSKOW: Aliran gas dari Rusia ke Eropa menggunakan jaringan pipa gas Nord Stream I mulai dihentikan sejak Senin (11/7) kemarin dalam rangka pemeliharaan jaringan selama kurang lebih 10 hari.

Operator Nord Stream AG mengkonfirmasi penutupan dimulai sesuai rencana pada pukul 06.00 waktu setempat yang dimulai pada tanggal 11 Juli hingga 21 Juli mendatang. Aliran gas akan turun ke nol beberapa jam kemudian.

Pemeliharaan ini telah membuat beberapa negara Eropa berteriak. Beberapa menilai Rusia sengaja melakukan “balas dendam” karena sanksi yang dijatuhkan Eropa seiring tindakan Kremlin menyerang Ukraina sejak Februari.

Pemeliharan juga diyakini akan berlangsung bahkan di luar waktu yang ditentukan. Ini bisa mengacaukan rencana pengisian musim dingin Eropa yang berujung pada krisis gas.

BACA JUGA:   Kondisi Inggris Mengerikan: PSK Nambah, Anak Makan Karet, PM Resign!

Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi menyebut hal itu merupakan kebohongan. “Kami diberitahu, bersifat teknis. Kami dan Jerman dan lainnya percaya bahwa ini adalah kebohongan,” ujarnya, dikutip Reuters.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan negara itu harus menghadapi kemungkinan bahwa Rusia akan menangguhkan aliran gas melalui Nord Stream I di luar periode pemeliharaan yang dijadwalkan. Hal ini juga dikatakan asosiasi industri setempat.

“Berdasarkan pola yang telah kita lihat, tidak akan terlalu mengejutkan sekarang jika beberapa detail teknis kecil ditemukan dan kemudian mereka bisa mengatakan ‘sekarang kita tidak bisa menyalakannya lagi’,” katanya.

“Beberapa bulan terakhir telah menunjukkan satu hal. Putin tidak mengenal tabu. Oleh karena itu, penghentian total pasokan gas melalui pipa Nord Stream tidak dapat dikesampingkan,” kata Direktur Pelaksana Zukunft Gas, asosiasi industri Jerman, Timm Kehler.

BACA JUGA:   DK PBB Sahkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza, Israel Terdesak!

Pipa Nord Stream 1 mengangkut 55 miliar meter kubik (bcm) gas per tahun dari Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik. Pipa Nord Stream I sendiri sempat mengalami pemotongan daya pada bulan lalu di mana Rusia memangkas gas hingga 40% dari total kapasitas pipa itu.

Moskow beralasan tertundanya pengembalian peralatan yang diperbaiki oleh Siemens Energy di Kanada karena sanksi. Akibat dari hal ini, beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE) mulai merancang rencana untuk mengatasi krisis, termasuk mencari sumber alternatif dari Norwegia, Azerbaijan, dan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak klaim bahwa Rusia menggunakan minyak dan gas untuk memberikan tekanan politik. Ia mengatakan penutupan pemeliharaan adalah acara rutin yang dijadwalkan dan tidak ada yang “menciptakan” perbaikan apa pun.

BACA JUGA:   Jokowi Undang Pangeran Mohammed Bin Zayed ke KTT G20 di Indonesia

Sementara itu, analis gas di konsultan Rystad Energy, Zongqiang Luo, mengatakan “bukan tidak mungkin” Gazprom, BUMN Rusia pemilik terbesar Nord Stream 1, dapat menggunakan penundaan apa pun sebagai pembenaran untuk memperpanjang periode pemeliharaan.

“Sementara penghentian total gas dianggap tidak mungkin, Gazprom belum merutekan ulang aliran melalui pipa lain, yang berarti kemungkinan penurunan laju aliran yang berkepanjangan,” kata analis di Goldman Sachs.

  • Bagikan
62 views