Akomodir Penggunaan QRIS di Pesantren, BI Kembangkan Sistem Pengenalan Wajah

  • Bagikan

Regional.co.id, NUSADUA, Bali: Bank Indonesia mengembangkan penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) bagi santri di pesantren melalui sistem pengenalan wajah atau face recognition.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, pengenalan wajah pada QRIS bertujuan untuk mempermudah aktivitas para santri dan santriwati di pesantren, mengingat mereka tidak boleh menggunakan telepon genggam atau handphone.

“Kita tahu bahwa pesantren tidak mengizinkan para santri untuk menggunakan smartphone, sehingga kami mencoba mengembangkan sistem pengenalan wajah agar santri bisa tetap bertransaksi selama di pondok,” jelas Filianingsih dalam Side Event G20 bertajuk ‘Digital Finance to Support Financial Inclusion’, Sabtu (16/7).

BACA JUGA:   6.490 Kantor Cabang Bank RI Tutup, Imbas Digitalisasi Perbankan

Adapun face recognition merupakan teknologi yang dapat mengidentifikasi biometrik wajah secara real time dengan mengambil fitur-fitur wajah.

Rencana penggunaan fitur pembayaran ini sudah masuk dalam tahap uji coba dan BI juga sudah bekerja sama dengan lembaga bank dan nonbank. Kendati demikian belum dapat dipastikan kapan penerapannya mulai dilaksanakan.

BI mengungkapkan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, BI Fast dan QRIS akan terus diperluas melalui edukasi dan kampanye melalui dengan kementerian/lembaga lain. Bahkan di tahun ini BI bersama Kementerian Agama akan menargetkan 250 juta lebih dan pasar tradisional menggunakan QRIS.

BACA JUGA:   Transaksi Perbankan Digital Meningkat, 'Kiamat ATM' Makin Dekat

Adapun berdasarkan data dari laman ditpdpontren.kemenag.go.id, jumlah santri di seluruh Indonesia sebanyak 4,17 juta orang yang tersebar di 27.722 pesantren.

  • Bagikan
99 views